Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juli 2017

Gunung-Gunung Dalam Batas Cagar Alam di Bandung Raya


Diolah oleh : @saveciharus & #sadarkawasan
Diposting di Facebook Oleh : Pepep


Cagar Alam ( Disingkat CA) : Cagar alam menurut UU no. 5 tahun 1990 adalah suatu kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhansatwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

Meskipun perkembangan cagar alam dibiarkan secara alami, namun masih memungkinkan untuk kegiatan penelitian, pendidikan, ilmu pengetahuan dan kegiatan lainnya yang menunjang budidaya seperti penangkaran tumbuhan dan satwa langka. Hutan ini dikelola oleh pemerintah pusat yang membentuk unit khusus sebagai pelaksana teknisnya.

Di bawah ini adalah daftar cagar alam di kawasan Bandung raya :


CA Papandayan
1. Puncak Papandayan
2. Puncak malang
3. Tegal alun
4. Hutan tegal panjang
5. Gunung jaya
6. Gunung puntang merpati
7. Gunung siluman
8. Gunung ipis
9. Gunung kendang/kendeng
10. Gunung guha

Selasa, 30 Mei 2017

Catatan Perjalanan : Situs Gunung Padang, Cianjur

Oleh : Ira Dwi Cahyaningsih

Indonesia? Siapa yang tak kenal dengan Indonesia? Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki kurang lebih tiga belas ribu pulau, populasi lebih dari dua ratus lima puluh juta jiwa, beragam seni  dan budaya. Negara yang penuh akan cerita, baik itu mistis, juang, romantic, legend dll, serta merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan keindahan yang luar biasa yang dikelilingi oleh gunung dan lautan. 



Sekilas Tentang Situs Gunung Padang
Situs Gunung Padang merupakan situs purbakala, situs megalitikum yang dibangun oleh orang orang purba yang terletak di daerah Jawa Barat, tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunung Padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan WarungKondang, dijalan antara Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks bangunan kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 mdpl, dan areal situs ini sekitar 3ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

Senin, 22 Mei 2017

Review Kegiatan : Sabuki Munggahan, SERAMBI 20-21 Mei 2017





Alhamdulillah, kegiatan Sabuki Munggahan, SERAMBI : Sebelum Ramadhan Mari Berbagi sudah terlaksana dengan lancar dan sukses. Kegiatan bertempat di Kawasan Perkebunan teh Sukawana, Parongpong, Kab. Bandung Barat , tanggal 20-21 Mei 2017. Terima kasih untuk warga dusun Sukawana, pihak perkebunan, semua kawan-kawan sabuki, kawan-kawan panitia, kawan-kawan komunitas JGB, KPGB, Bandung Hiking, Nalatula, Pendaki Koboi Indonesia dll.

Serta terima kasih sebesar-besarnya untuk pihak yang mendukung kegiatan ini : CT Arsa Foundation, Bougenville Outdoor, Sharikaveil, Wear maker, Sigma Konveksi, Kita Clothes, Jongko Derrul, Ndie Rabbit, Orland dan Homeless Shop. Terima kasih, semoga kegiatan dan bantuannya bermanfaat. 

Review Kegiatan :

Selasa, 09 Mei 2017

Event Sabuki : Sabuki Munggahan, Serambi, Sebelum Ramadhan Mari Berbagi, 20-21 Mei, Sukawana




Marhaban yaa Ramadhan
Assalamualaikum baraya SABUKI

--------------------
Bulan Ramadhan kian dekat kedatangannya. Bagaimana perasaanmu? Sudah persiapkan diri?
Rindu kah dengan Ramadhan yang kian mendekat?
.
Ramadhan yang penuh cinta, dan cinta mengajarkan untuk saling memberi dan berbagi. Maka dari itu, yuk kita sama-sama berbagi dengan apa yang kita punya.
Juga bersilaturahmi untuk memperluas rejeki kita di acara #SabukiMunggahan
.
SERAMBI (Sebelum Ramadhan Mari Berbagi)
.
Acaranya ngapain aja sih?
.

Rabu, 03 Mei 2017

Review Kegiatan : Kunjungan Sabuki Peduli Lansia (Bagian 2)

Setelah sebelumnya kunjungan sabuki peduli bagian pertama telah terlaksana, yaitu ke Mak Isah yang tinggal di daerah Rajawali, Bandung. Kali ini kunjungan sabuki peduli bagian kedua, sabuki mengunjungi  lansia yang berbeda yaitu, Mak Iti (75 tahun) dan Mak Onoh (62 tahun), yang bertempat tinggal di daerah Pasir Wangi, Ujung Berung, Bandung.  Mak Itih dan Mak Onoh adalah ibu dan anak, yang tinggal hanya berdua di rumah yang sederhana dengan satu ruang tamu tanpa kursi, satu kamar dan satu dapur, tanpa memiliki toilet. Untuk Kondisi fisik Mak onoh, masih cukup sehat walaupun memiliki cacat mata di sebelah kirinya, sedangkan Mak Iti kakinya sudah tak kuat berjalan dan menopang beban tubuhnya.




Selasa, 02 Mei 2017

Bincang Sabuki #3, Bersama Gustav Minor Concept



Bincang Sabuki kembali lagi, udah edisi ke-3. Kali ini kita akan berbincang dengan Gustav Minor Concept, salah satu founder dari komunitas satubumikita (sabuki) dan Bougenville Outdoor. Mau tau ngobrol apa aja? Simak aja video ya guys. :)

Simak Bincang sabuki di akun youtube satubumikita bandung, dengan narasumber dan dengan bahasan yang berbeda. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 29 April 2017

Review Kegiatan : Touring & Camping Pantai Santolo



Sedikit review kegiatan sabuki pekan kemarin (23-24 April), yaitu sabuki touring dan camping ke Pantai Santolo, Garut. Kegiatan diadakan pada hari minggu dan senin saat libur panjang / long weekend. Di hari H kegiatan, kawan-kawan sabuki sudah berkumpul di Museum Sribaduga, daerah Tegalega Bandung. Jumlah orang yang ikut adalah 18 orang dengan 9 motor. Kami menuju pantai Santolo melalui jalur Pangalengan. 

Senin, 17 April 2017

Senin, 06 Maret 2017

Trip Balik Kanan : Bagian 2


Oleh : Dya Iganov

Curug Caweni
Curug Caweni
Kegagalan pertama ke Curug Caweni pada Januari 2013 karena keterbatasan waktu dan kesulitan kami mencari jalur. Kami kesulitan mencari jalur karena memang belum ada satupun dari kami yang pernah melewati jalur Nyalindung – Cidolog. Kegagalan kedua pada April 2014 karena kami tidak sengaja menabrak ayam milik warga di Cidolog. Meskipun ayamnya tidak mati, tapi kami cukup trauma untuk kembali ke daerah Cidolog. Barulah pada kesempatan ketiga, November 2014, saya dan beberapa teman berhasil mengunjungi Curug Caweni, hanya saja pada waktu itu airnya masih kering total.

Karena masih penasaran, pertengahan Desember 2014, saya dan satu orang teman kembali lagi ke Curug Caweni. Kali ini bisa dibilang sedikit berhasil. Air di Curug Caweni sudah mulai bertambah, meskipun masih belum mencapai volume maksimalnya. Setidaknya rasa penasaran saya dengan Curug Caweni terbayar.

Kamis, 02 Maret 2017

Trip Balik Kanan : Bagian 1

Oleh : Dya Iganov

Perjalanan ke suatu tempat, apalagi tempat yang masih sangat minim informasi, menjadi suatu tantangan sendiri untuk saya. Banyak kendala yang harus bisa diatasi, dimulai dari kurangnya informasi mengenai objek tersebut, mulai dari rute yang harus ditempuh, kondisi jalan, medan yang harus dilalui, trek menuju lokasi apakah ada atau tidak. Susahnya mencari teman seperjalanan akibat kurangnya informasi yang dibutuhkan.

Jika sudah mendapat teman seperjalanan pun, maka belum tentu teman tersebut nyaman dengan jenis perjalanan tanpa kejelasan apapun ini. Belum lagi ketika berhasil sampai ke tempat tujuan, ternyata kurang menarik (tergantung penilaian masing-masing sih). Nah, lain lagi ceritanya kalau ternyata saking minimnya informasi, terutama mengenai rute dan medan yang harus dilalui, seringkali perjalanan hanya akan sebatas trial and error  alias coba-coba dan akhirnya gagal.

Bukan sekali dua kali saya mengalami kegagalan untuk sampai di tempat tujuan. Beberapa lokasi akhirnya berhasil saya datangi kembali dalam jangka waktu yang bervariasi, sebagian lagi bahkan sampai saat ini (Januari 2017) belum sempat saya coba cari lagi. Berikut beberapa tempat yang pernah saya coba datangi kemudian gagal dengan ceritanya.

Curug Cimarinjung

Curug Cimarinjug dan Curug Cikanteh
Jauh sebelum nama Geopark Ciletuh tenar seperti sekarang, saya dan beberapa teman sangat kesulitan mencari informasi dua air terjun ini, terutama Curug Cikanteh. Sekitar awal 2012, saya dan liam orang teman saya memutuskan untuk mendatangi sendiri Curug Cimarinjung dan Curug Cikanteh. Sebelumnya, dua air terjun ini tidak sengaja saya temukan di internet sekitar akhir 2011. Khusus untuk foto Curug Cikanteh, hanya berhasil saya temukan dua foto saja milik satu akun saja tanpa ada keterangan apapun. Berbekal hasil bertanya pada teman yang di Sukabumi yang memang kenal betul daerahnya dan modal nekat, berangkatlah kami berenam menuju Kecamatan Ciemas.

Minggu, 05 Februari 2017

Ujung Barat Indonesia Part 1 : Terbang dan Berlayar


Januari 2017 
Oleh  : Moch Khaerul Anwar (Derull)

Pagi hari benar menjelang shubuh saya sudah harus siap-siap pergi ke bandara. Hari itu selasa, tanggal 10 Januari 2017 sekitar jam tiga pagi pergi dari Bekasi. Karena takut terlambat, sore sebelumnya saya berangkat dari Bandung dan numpang menginap di rumah kakak saya di Bekasi. Lama perjalanan kira-kira 1 jam, dan tibalah di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng Tangerang/Jakarta Indonesia. Segera saya masuk ke dalam bandara untuk cepat-cepat check-in. Tiket pesawat sudah dibeli online, tertanda penerbangan pukul 05.00 WIB. Waktu menunjukkan angka empat lebih, di tempat check-in ternyata sudah pada ngantri termasuk teller check-in pesawat yang akan saya tumpangi. Spechless. Kaget. Pas giliran saya sang teller memberitahukan check-in saya “negatif”. Sudah tutup katanya. Padahal saya lihat jam masih setengah jam lagi. Artinya 30 menit menuju keberangkatan. Sudah boarding, sudah sistemlah, ini itulah, begitulah penjelasan si teller sebut saja maskapai Li*n A*r. Astaghfirullah..makin campur deh nih perasaan.

Senin, 30 Januari 2017

Review kegiatan : High Camp at Galunggung Crater

#REVIEW
Komunitas satubumikita
HIGH CAMP AT GALUNGGUNG CRATER
28-29 Januari 2017
oleh : Tini Yuniar
-------------------




Hari H Anggota berkumpul di meeting point yang telah ditentukan yaitu di surapati core, cicaheum. Kendaraan yang digunakan adalah motor. Dijadwalkan jam 8.00 wib, baru pada kumpul jam 9.30 wib (waktu indonesia bagian barudak). Akhirnya 9.30 wib meluncur dan menjemput tim lain yg sudah menunggu di beberapa check point. Check point pertama yaitu di UIN cibiru, check point ke-2 di rancaekek, check point ke 3 di nagreg. Jumlah motor yang berangkat ada 8 motor dengan total 16 orang. Dan sisanya menunggu di galunggung dan ada yg nyusul juga. Karena kendala hujan dan macet akhirnya kita sampai di tempat parkir galunggung sekitar pukul 3 sore, dan naik menggunakan tangga 520. Pukul setengah 4 sore sampai di warung bibir kawah dan sambil menunggu teman2 lain dari jakarta. Cuaca waktu itu kabut dan sempat kehujanan di jalan, tapi kita cukup beruntung setelah kabut tersapu, akhrnya bisa liat lautan awan. Subhanallah.


Sabtu, 06 Agustus 2016

Naik Gunung : Rinjani dan Kisah Pilu Porter

Tulisan dan Foto : Tiny Yuniar


"Bikin teh manis mbak eka, bang dris?" Tanya seorang porter dengan aksen lomboknya.
 Pertanyaan tersebut seakan menjadi pertanyaan favorit Pak Doni, Ya Salah satu dari tiga porter yang mendampingi kami saat mendaki Gunung Rinjani di Lombok.
"aku mau pak aku mau" Teriak kami seakan kami adalah anak-anak dari darah dagingnya sendiri.
Pak Doni, Pak Nur, dan Mas Dan adalah tiga serangkai porter yang jasanya kami sewa dari basecamp senaru, basecamp tersebut bernama Nursa'at Senaru. Dari jauh-jauh hari kami berpesan kepada bapak Nursa'at sebagai pemilik basecamp senaru untuk menyewa jasa porter sebanyak 3 orang.

Selasa, 05 Juli 2016

Sedikit Catatan dari Peluncuran Buku Meraba Surga, Karya Goval Abie Basae


 

Hari Senin Tanggal 4 Juli kemarin, Mang Goval telah me-launching sebuah karya berupa buku yang diberi judul "Meraba Surga", bertempat di Warung Kompas, Cihanjuang, Cimahi.

Acara dimulai dari bada isya, peluncuran di buka oleh pembacaan puisi oleh Kidung saujana dan musikalisasi puisi oleh Jalu Kancana, lalu berlanjut ke sesi pandangan dari 3 persepktif yang berbeda, yaitu dari Mang Reza mewakili Pustakawan, Mang Unu mewakili petualang dan Mang Pepep DW mewakili budayawan dan sejarawan. Pandangan dari masing-masing sudut dipaparkan secara ringkas. Seusai pemaparan dari sudut pandang yang berbeda, dilanjut sesi tanya jawab, pembagian doorprize dan dokumentasi diselingi dengan gigitaran.

Selasa, 28 Juni 2016

Artikel Tentang Kegiatan Ciharus di Koran Pikiran Rakyat, 22 Juni 2016


 
KEGIATAN OFFROAD MERUSAK CAGAR ALAM CIHARUS 

Pikiran Rakyat, 22 Juni 2016 

Wartawan :  Novianti Nurulliah

[BANDUNG] Kondisi wilayah konservasi hutan ciharus yang terletak di perbatasan kabupaten Bandung kecamatan Ibun dan Paseh dengan kabupaten Garut memprihatinkan. Kawasan konservasi itu rusak akibat pemanfaatan yang tak terkendali oleh kegiatan seperti motor trail, dan perkemahan para pendaki gunung. Alhasil, saat ini di hutan Ciharus jalur-jalaur rusak akibat aktivitas otomotif. Akibatnya, terjadi pemisahan habitat hewan darat, potensi erosi, pembalakan pohon untuk membuka jalur, serakan sampah sisa kegiatan bertenda, hingga pencemaran danau Ciharus yang menjadi sumber air warga sekitar. 

Minggu, 26 Juni 2016

Review Kegiatan : Ramadhan, Indahnya Berbagi, 25 Juni 2016


Alhamdulillah kegiatan sabuki di Bulan Ramadhan ini berjalan lancar. Kegiatan yang baru saja selesai adalah "ONCE UPON A TIME IN RAMADHAN"  ; INDAHNYA BERBAGI. Kegiatan yang berkolaborasi dengan Pustaka Tropis Wanadri.

Kegiatan dimulai siang hari, yaitu dengan menonton film dokumenter berjudul HOME karya  Yann Arthus-Bertrand yang dirilis pada tahun 2009. Film yang bercerita tentang kehidupan bumi dan dampak kehidupan manusia terhadap bumi dan dampaknya bagi manusia itu sendiri. Film yang berdurasi sekitar 1,5 jam ini cukup memberi gambaran bagaiman manusia untuk memenuhi kebutuhan koloninya mengeksploitasi sumber daya alam dengan begitu massif.

Rabu, 15 Juni 2016

Danau Ciharus: Dari Taman Inggris, Pagar Betis, hingga Hulu Citarum yang Tak tertulis



oleh: Pepep DW

Perkenalkan, hutan Ciharus, sebuah hutan yang di tengah-tengahnya terdapat sebuah danau yang lokasi kawasannya berada di bagian tenggara wilayah Bandung Raya.

Kawasan ini, menurut Wormser (1928) pernah disebut sebagai "Taman Inggris" yang dijadikan jalur pendakian saat jaman Hindia-Belanda untuk menuju Gunung Rakutak. Junghuhn diberitakan gagal mendaki Gunung Rakutak, pacet dan kerapatan hutannya yang lebat menjadi alasan utama pada masa itu.

Dalam konteks kosmologi manusia Sunda kawasan ini merupakan kawasan sakral di mana Ciharus menjadi pusat hulu (kepala) yang dikelilingi oleh dinding Gunung Rakutak, Kamasan, Dogdog, Kendeng, dan Sang[g]ar.

Selasa, 14 Juni 2016

Catatan Ngobrol Sore, Pustrop Wanadri : Literasi Untuk Negeri, 28 Mei 2016




Penulis / Notulensi : Dini Rusmiati (‘secawanpelitalangit’)

Kegiatan rutin bulanan Ngobrol sore dari Pusataka Tropis Wanadri kali ini dibuat berbeda dengan mendatangkan narasumber-narasumber dari bidang ahlinya dan sekaligus peluncuran sebuah buku perjalanan.  Terbagi ke dalam tiga sesi panel yang saling berhubungan dengan tema besar yaitu tentang “Literasi Untuk Negeri” yang dibuka dengan sesi 1 yang di moderatori oleh Adis “Mimba”, pengenalan dari Komunitas Pecandu Buku dan 1000Jendela.


Diwakili oleh anggotanya yaitu Yuli & Tessa menjelaskan mengenai Komunitas Pecandu Buku yang awalnya digagas dari Fiersa Besari (musisi) dan Aulia Angesti pada 18 Juli 2015 dengan tujuan untuk menyebarkan virus membaca pada anak muda. Saat ini PB memiliki anggota yang tersebar di Bandung dan beberapa kota lain bahkan di luar negeri seperti Taiwan.  Untuk keanggotaan PB memiliki 2 jalur yaitu dengan jalur donatur dengan menyumbangkan buku untuk perpustakaan PB yang bisa dipinjam dan dengan jaur pengulas yaitu memberikan ulasan dari buku yang nantinya akan disaring untuk kemudian di publish di official Instagram PB. PB bertempat di Buah batu tepatnya di Ruangan Imajinasi yang sekaligus menjadi base camp untuk perpustakaan, tembat sharing kegiatan bahkan diskusi.

ANDA PENGUNJUNG KE-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...