Selasa, 30 Mei 2017

Catatan Perjalanan : Situs Gunung Padang, Cianjur

Oleh : Ira Dwi Cahyaningsih

Indonesia? Siapa yang tak kenal dengan Indonesia? Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki kurang lebih tiga belas ribu pulau, populasi lebih dari dua ratus lima puluh juta jiwa, beragam seni  dan budaya. Negara yang penuh akan cerita, baik itu mistis, juang, romantic, legend dll, serta merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan keindahan yang luar biasa yang dikelilingi oleh gunung dan lautan. 



Sekilas Tentang Situs Gunung Padang
Situs Gunung Padang merupakan situs purbakala, situs megalitikum yang dibangun oleh orang orang purba yang terletak di daerah Jawa Barat, tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunung Padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan WarungKondang, dijalan antara Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks bangunan kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 mdpl, dan areal situs ini sekitar 3ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

Lokasi situs berbukit-bukit curam dan sulit dijangkau. Kompleksnya memanjang, menutupi permukaan sebuah bukit yang dibatasi oleh jejeran batu andesit besar berbentuk persegi. Situs itu dikelilingi oleh lembah-lembah yang sangat dalam. Tempat ini sebelumnya memang telah dikeramatkan oleh warga setempat. Penduduk menganggapnya sebagai tempat Prabu Siliwangi, raja Sunda, berusaha membangun istana dalam semalam.
Fungsi situs Gunung Padang diperkirakan adalah tempat pemujaan bagi masyarakat yang bermukim di sana pada sekitar 2000 tahun SM. Hasil penelitian Rolan Mauludy dan Hokky Situngkir menunjukkan kemungkinan adanya pelibatan musik dari beberapa batu megalit yang ada. Selain Gunung Padang, terdapat beberapa tapak lain di Cianjur yang merupakan peninggalan periode megalitikum.
Sejak Maret 2011, tim peneliti katastrofi purba yang dibentuk kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, dalam survei untuk melihat aktifitas sesar aktif Cimandiri yang melintas dari Pelabuhan Ratu sampai Padalarang melewati Gunung Padang. Ketika tim melakukan survei bawah permukaan Gunung Padang diketahui tidak ada intrusi magma. Kemudian tim peneliti melakukan survei bawah permukaan Gunung Padang secara lebih lengkap dengan metodologi geofisika, yakni geolistrik, georadar, dan geomagnet di kawasan Situs tersebut. Hasilnya, semakin meyakinkan bahwa Gunung Padang sebuah bukit yang dibuat atau dibentuk oleh manusia (man-made). Pada November 2011, tim yang dipimpin oleh Dr. Danny Hilman Natawidjaja, terdiri dari pakar kebumian ini semakin meyakini bahwa Gunung Padang dibuat oleh manusia masa lampau yang pernah hidup di wilayah itu.
Source : Wikipedia
Bagaimana dengan rute untuk menuju kesana?
Kemarin start kami berangkat ke Situs Gunung Padang dari Kota Baru, Padalarang sekitar pukul 09.00 dan sampai disana pukul 12.30 menggunakan motor dengan keadaan jalan yang tidak begitu macet.Patokannya adalah cari arah jalan menuju Stasiun Lampegan lihat saja pada papan besar petunjuk di jalanan nanti belok kiri saja dari yang terdapat sekawanan tukang ojeg/pinggir indomaret dan ikuti saja jalan tersebu. Darisitu tidak akan bingung karena di setiap simpangannya terdapat petunjuk untuk menuju situs Gunung Padang dan karena papan petunjuk belok kiri menuju situs padang berjarak lumayan jauh  kalian harus berhati-hati dan mengingat-ngingat patokannya saat menemui papan bertuliskan ‘Stasiun Lampegan’ di pertigaan  kalian  harus belok kiri bukan lurus karena jika lurus akan nyasar seperti salah satu teman kami.
Daerah Cianjur tersebut adalah daerah setelah Situs Gua Pawon/Stone Garden jadi disarankan badan harus sehat karena 3 jam lebih perjalanan naik motor bisa membuat pantatmu panas dan pegal-pegal seluruh badan serta saat pergi rekomen sekali untuk besama travelmate yang tidak pendiam atau yg bisa menghibur ya supaya anda-anda sekalian yg nyetir tidak mengantuk atau bosan tapi tetap harus be safety karena kalau naik motor kalian akan bertemu bis dan truk truk besar yang berlalu lalang.
Perjalanan kesana melewati bukit-bukit teh dan beberapa desa. Jangan khawatir, di dekat Situs Gunung Padang masih terdapat warung, perkampungan, masjid dan beberapa penjual souvenir khas Cianjur di lokasi.

Berapa Harga Tiket Masuk ke Situs Padang?
Gratis? Eitssss hari gini mana ada yang gratis mba/mas? Kalaupun iya ada ya paling 1000 satu di Indonesia kali. Tapitapitapitapiiiii sans aja guys tak perlu hariwang alias cemas karena untuk tiket masuknya relatif kok hanya dengan uang sebesar Rp.5.000,00/orang dan tiket parkir Rp.5.000,00/motor serta untuk helm kalau kalian takut helmnya hilang atau takut basah karena kena air ujan(bukan air mata loh ya) kalian  jangan khawatir disini menyediakan penitipan helm, kalian tinggal kasiin aja itu helm ke tukang parkirnya nanti juga helmnya dijagain kok, ya kurang lebih seperti si bapa menjaga istri dan keluarganya*nahloh kurang aman apa coba? Yatapi asal kalian mau mengeluarkan beberapa rupiah lagi dan untuk biaya yang satu ini gak di target kok tapi hanya seikhlasnya saja, tapiya kira-kira aja ya jangan sampe 100 perak juga guysL.

Untuk mencapai ke atas puncak kalian diwajibkan untuk menaiki anak tangga. Ada dua pilihan anak tangga yang bisa dilalui, yang pertama adalah jarak 170m dengan tangga lurus nan terjal, lalu yang kedua adalah jarak 300m dengan tangga yang melingkar dan tidak terjal.



Saat itu kami memilih mendaki menuju puncak dengan melewati tangga melingkar yang memakan waktu kurang lebih 10 menit. Setelah sampai di atas kami takjub melihat keindahan puncak dari Punden Berundak Gunung Padang dan bertanya-tanya “Lah kok bisa batunya begini?bagaimana bisa orang-orang purba zaman dulu membentuk batu besar menjadi potongan batu balok?alat apa yang dipakai oleh mereka?bukankah peralatan di zaman dulu masih sangat terbatas?”.
Di Situs Gunung Padang wisatawan tidak boleh makan di sembarang tempat,  tetapi harus di tempat atau saung yang telah disediakan dan ada larangan pula di beberapa batu agar tidak untuk diduduki. Di puncak sendiri terdapat kamar mandi umum disertai mushola yang jaraknya kurang lebih 50 meter dari puncak dan diatas sana terdapat penjual rujak.
Rasanya di zaman yang zuper duper canggih ini pasti kurang afdol banget kalau kita pergi ke suatu tempat menakjubkan tapi tidak mengabadikannya. Betul betul betul? Setelah puas bersuka ria, beristirahat setelah menempuh perjalanan yang jauh dan mengambil potrait dengan angel terbaik di puncak, kami pun turun pukul 15.30 dengan melewati tangga yang terjal dan kami tidak tahu ternyata rutenya sangat berbahaya sekali berbeda dengan tangga saat kita naik pokoknya sangat tidak sarankan untuk turun melewati jalur ini, tangga yang satu ini benar-benar terjal dan dengan media potongan batu pijakannya hingga membuat   sesampai dibawah sesuatu terjadi pada kaki kami yaitu tibatiba tak henti bergetar, namun lama-lama getaran di kaki kami pun pulih.
Bagi yang tidak pernah berolahraga atau memiliki program diet bisa dicoba untuk datang kemari. Datang kemari itu bak peribahasa yang berbunyi ‘sambil menyelam minum air’ selain hitung-hitung olahraga, kalian para traveler bisa wisata budaya alam serta dapat mencuci mata, hati dan pikiran yang sedang kacau balau karena disini akan disuguhkan oleh keindahan alam semesta yang luar biasa dan cocok sekali bagi traveler peminat purbakala.
Misteri apa yang ada di Situs Padang ini?
Setiap gunung pasti punya cerita/sejarah tentang asal muasal penamaan gunung tersebut (lah jangankan gunung hati juga sama kali punya cerita tentang asal muasal kenapa bisa jatuh cinta sama dia, kenapa bahagia, kenapa sedih, kenapa bimbang, kenapa kecewa dll) dan gunung juga banyak mengandung  hal-hal yang mistis.
Salah satu hal mistis yang terdapat pada Situs Gunung Padang ini adalah  Sumur Kahuripan yang letaknya di dekat pintu masuk. Konon katanya Air sumur ini terus ada walaupun di musim kemarau, seakan tak pernah habis hingga menyebabkan banyak yang beranggapan bahwa sumur ini dapat mengabulkan permintaan orang yang menggunakan airnya dengan cara diminum atau cuci muka atau bahkan keduanya dipergunakan.

Sumur Cikahuripan



Bandung, 14 April 2017

Tulisan Ini dapat dibaca pula di : http://mycottoncandysweet.blogspot.co.id/2017/04/indonesia-siapa-yang-tak-kenal-dengan_21.html

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, menyanggah, bertanya ataupun ingin berkorespondensi.



Terima kasih

Masukan E-mail Anda Untuk Tetap Update Blog Satubumikita

ANDA PENGUNJUNG KE-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...