Jumat, 27 Februari 2015

Situs Kerajaan Batu Kendan Nagreg

Oleh : Bayu Surya Ginanjar

Di kawasan Nagreg kabupaten Bandung, terdapat sebuah kampung yang di sana berdiri tegak bukit batu hasil galian dari warga Kampung Kendan yang disebut Situs Kerajaan Kendan.

Penamaan Galian Kendan ini tentunya karena berada di Kampung Kendan Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung. Galian ini dahulunya adalah sebuah gunung batu yang menjulang di Kampung kendan ini. Konon gunung batu ini dahulu pernah menjadi tempat kerajaan. Cerita ini sudah tersebar dan sudah ramai di dunia maya. Ternyata setelah saya telusuri informasi di Kampung Kendan akhirnya saya ditunjukkan kepada pelaku penggalian gunung batu di kendan ini, yaitu bapak Nanang (warung penggali batu) Sangat beruntungnya saya dipertemukan dengan pelaku sang pemugar gunung batu yang kini menjadi Galian Kendan. Beliau memaparkan memang pernah mendengar rumor tentang kerajaan Kendan atau kerajaan Kelang, hanya memang belum jelas saja dimana lokasi komplek kerajaan tersebut.




Situs ini merupakan lahan gunung batu cadas, yang diduga menjadi kawasan kekuasaan Kerajaan Kendan atau Kerajaan Kelang. Kerajaan ini didirikan oleh Resiguru Manikmaya sekitar tahun 536 Masehi. Dari kerajaan ini kemudian berkembang menjadi sebuah kerajaan besar bernama Galuh, yang ketika itu kekuasaan kerajaan Kendan dipegang oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi.


Karst Citatah & Gunung Hawu

Oleh : Bayu Surya Ginanjar
Bandung,18 Januari 2015
Sudah tercatat di agenda satubumikita dari jauh hari sebelumnya. Komunitas satubumikita Jelajah Karts Citatah adalah bentuk kegiatan jalan-jalan kegiatan ini bersifat hiking santai dengan diselingi sedikit sharing santai tentang carts citatah ada beberapa objek geologis yang berkaitan dengan legenda sangkuriang yang dikunjungi antara lain gua pawon,gua gunung hawu, dan stone garden

Dengan setelan  kaus lengan panjang, celana jeans yang nyaman, kain tutup buff, sepatu bertali, dan daypack yang lengkap dengan segala perbekalan, saya pun meluncur ke stasiun bandung . Padatnya kegiatan sehari sebelumnya tidak menghalangsi saya bangun pagi-pagi sekali. Saya menuju spot pemberangkatan dan pengumpulan peserta tersebut tepat pukul 6.30. Sepertinya masih cukup sepi. Setelah ngobrol ngalor ngidul dengan peserta lain yang adalah masih teman-teman dari komunitas satubumikita akhirnya acara di buka .

stasiun kereta api bandung 
Akhirnya kami pergi dengan menggunakan kereta kurang lebih 150 peserta ada dalam kegiatan ini,kami akan mengunjungi deretan Karst Citatah. Sebelumnya saya mengenal tempat ini sebagai salah satu alternatif tempat untuk melakukan olahraga panjat tebing. Nah, saat ini saya akan ikut belajar mengenai asal usulnya dan dari kacamata para geologis!

Karst adalah sebuah bentuk permukaan bumi yang pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression),drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping. (Wikipedia Indonesia)

Kamis, 19 Februari 2015

Namanya Juga Ngaprak




Oleh : @DyaIganov












Ngaprak itu, kalau digambarkan jadi semacam menyusuri, meng-eksplore, mencari tahu secara langsung. Untuk kali ini ngaprak yang dimaksud adalah ngaprak jalur, jadi ya mencari tahu tentang satu jalur berdasarkan rasa penasaran saja, tidak ada tempat tujuan spesifik, tempat tujuannya ya jalur itu sendiri. Untuk saya ngaprak jalur selama ini lebih sering pakai motor, karena jalur yang saya lewati termasuk daerah yang "antah berantah" jauuuuh dari mana-mana, bahkan untuk ke kota terbesarnya pun ada yang memerlukan waktu 6 jam, apalagi kalau harus ke Bandung. 



 
Jadi, ngaprak jalur ini entah darimana saya dapatkan, selain dari kecil saya sudah kenal dengan yang namanya travelling, untuk travelling yang lebih spesiifik kali ini, saya sendiri entah dapat darimana, yang pasti kalau pergi ke suatu tempat, pasti saya penasaran dengan jalan yang tidak saya lewati.

Rasa penasaran saya semakin didukung dengan pengetahuan-pengetahuan yang saya dapat dari dunia travelling, seperti bagaimana caranya mendapatkan informasi, ada objek-objek apa saja di daerah tertentu, bagaimana caranya mengkoordinir agar bisa pergi ke tempat tersebut tanpa harus pergi sendiri, apa saja hal-hal yang sangat penting untuk masalah keselamatan dan keamanan. Secara tidak langsung juga saya jadi belajar lebih mengenal daerah itu mulai dari lokasinya, berapa jalur untuk menuju tempat itu, mencari waktu yang pas untuk pergi berdasarkan membaca musim dan karakteristik di wilayah sana apakah termasuk daerah kering atau sering hujan, kapan kabut turun, titik rawannya ada di mana saja berdasarkan pembacaan peta kontur, menghafal daerah-daerah yang bisa dijadikan patokan, bahkan sampai mempelajari daerah tersebut dari segi ekonomi, geografi, dan geologi yang lebih mendetail meskipun baru beberapa bulan terakhir ini saya mempelajari hal tersebut. Tapi yang terpenting dari semuanya adalah niat.

Kenapa niat? namanya saja sudah ngaprak jalur, jadi ya harus benar-benar niat untuk menyusur dari satu titik ke tempat akhir dari ngaprak ini yang fix-nya tergantung semua faktor yang ditemui pada saat itu juga, misalnya ngaprak Naringgul, bisa saja hanya sampai Balegede karena hujan deras, ada longsor, kabut tebal dll padahal tadinya direncanakan sampai ke Cidaun bahkan lebih dari Cidaun. Selain itu, harus niat karena sudah pasti akan ada di atas kendaraan (dalam hal ini motor) selama beberapa bahkan belasan jam tanpa tahu kondisi di depan itu seperti apa.

Kalau saya, hal yang pertama dilakukan sebelum ngaprak adalah menentukan titik akhir dari jalur ini. Setelah di jalan dan modal GPS (Guide Penuduk Sekitar) tidak lupa memperhatikan kondisi cuaca saat itu, barulah akan tahu akan berapa lama lagi ada di atas motor untuk sampai ke tempat tujuan ditambah waktu untuk pulang lagi ke rumah, karena untuk hal ini saya lebih sering izin pergi 1 hari saja, karena masih ada larangan-larangan ke tempat tertentu dengan alasan keamanan dan keselamatan yang padahal termasuk jalur yang ingin saya susur. Jadilah "Ucing-ucingan" sama orang rumah, tapi ada juga beberapa tempat yang tidak memungkinkan untuk pergi 1 hari, saya akan bilang akan kemana dan harus adu argumen dan gambaran mengenai info lokasi tersebut versi orang rumah yang sudah lebih dahulu tahu tentang tempat itu dan argumen saya yang membaca secara kesulurah bagaimana gambaran kondisi tempat itu dari dulu sampai sekarang.



Masukan E-mail Anda Untuk Tetap Update Blog Satubumikita

ANDA PENGUNJUNG KE-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...