Jumat, 27 November 2015

Official Kaos Komunitas satubumikita






Merchandise Kaos Komunitas satubumikita untuk semua (umum)

- Bahan Kaos Menggunakan Cotton Combed 30 S
- Sablon Plastisol
- Harga Lengan Pendek Rp.85.000 - Harga Lengan Panjang Rp. 95.000 (Sudah termasuk donasi)


Cara Pesannya :
- sms/whatsapp/line ke no kontak kami, format : Nama dan ukuran kaos
- setelah itu, tinggal transfer / bayar langsung
- setelah transfer, harap konfirmasi
- pemesan yang masuk list adalah yang sudah melakukan pembayaran.

Bukan hanya beli dan dapat kaos saja, kamu juga sudah berpartisipasi patungan/sharing cost untuk donasi wali pohon di Taman Hutan buru Masigit Kareumbi, Cicalengka.

Mari bergabung bersama keluarga satubumikita. Lestari alam kita dan terus belajar dari alam yang terkembang. Terima kasih

Info Pemesanan & Konfirmasi Pemesanan

Ceceu
Id line : ceceu2
Whatsapp/call : 081322779676
REK BCA 7771474083 a/n siti robiah

COD bisa ke Bougenville outdoor

Jl. Raya Bojong Koneng No. 23, Cikutra
50 Meter dari Alfa Bojong Koneng (Sebelum SMKN 5 / JNC Cookies

Curug Bentang, Surga Yang Sempat Terabaikan

Teks & foto Oleh : Tini Yuniar

Tanah sunda wibawa
Gemah ripah tur endah
Nu ngumbara, suka betah"- 
(dibaca jangan dinyanyiin hahha)
(Kawih Sunda oleh Koko Koswara)

-----------------------------
Bila diartikan ke dalam bahasa anak gaul nih, kawih sunda diatas kira-kira begini: "Tanah Sunda itu indah gaess, Lo yang dateng kesini pasti bakalan betah!" udah tempat wisatanya banyak dan keren-keren, penduduknya sangat ramah, ceweknya cakep cakep, cowoknya cucok cucok, ah.. pokoknya calon menantu idaman banget deh :p jadi jangan lupa main-main kesini yak, manatau mamahmu setuju. gitu.

Tanah Sunda, Banyak banget yang mensalah-artikannya sebagai Kota Bandung ya? Just Because We Use Sunda Language, doesn't mean sunda is Bandung! Just for your information.
 
Tanah Sunda mengacu pada kota dan kabupaten yang berada di wilayah barat pulau jawa, dalam hal ini Provinsi Jawa Barat juga Banten. Yup Benar, Jadi wilayah tatar pasundan itu nggak cuman Bandung ya gaes tapi juga seperti Sumedang, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Juga Subang!

Senin, 16 November 2015

Catatan Perjalanan Jalan-jalan Curug Malela, 15 November 2015




Oleh : Dini Rusmiati

Selamat pagi.

Happy Monday
Biar makin happy nih ada dokumentasi tulisan dari kegiatan Satubumikita Piknic to Malela Waterfall 15 Nov 2015 kemarin..





FYI kegiatan kali ini diikuti sekitar 50 baraya mulai dari yang baru memulai aktivitas outdoor sampai memang sebelumnya sudah mempunyai background penggiatalam. Alhamdulillah semua sangat antusias bahkan selama perjalanan baraya saling share pengalaman tentang kegiatan outdoor nya masing-masing. Ada yang mulai menemukan teman baru untuk next trip, ada yang serius nyimak, ada yang asik #kodekeras uups, ada yang saking menikmati perjalanannya sampai pulas tidur dan banyak lagi keseruan lainnya..

Sekilas tentang Curug Malela.

Curug Malela (Malela's Waterfall) terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga – Gununghalu Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Hulu sungai berasal dari lereng utara Gunung Kendeng, gunung berapi yang terletak di sebelah barat Ciwidey, mengalir melalui Sungai Cidadap – Gununghalu. Curug Malela ini memiliki ketinggian sekitar 60-70 meter dan mempunyai lima buah jalur air terjun. Sungguh membuat kami tak henti-hentinya takjub betapa pada Maha Karya Sang Pencipta. Jika baraya memperhatikan di sebelah kanan terlihat sebuah tebing yang cukup tinggi  yang mengarah ke bawah. Diamati sepertinya dulu nampaknya dinding ini juga sebuah air terjun, terbayang betapa indah dan megahnya Curug Malela ini.

Sabtu, 14 November 2015

Para Pejalan Indonesia Dari Masa ke Masa

Oleh ; Yogi (Kidung Saujana)
Ilustrasi, foto kidung saujana


Nama Rudolf lawalata, Abdullah Balbed dan Sujono Djono mungkin asing bagi para petualang muda saat ini. Ketiga pemuda ini pada tanggal 8 Januari 1955 menemui presiden soekarno untuk meminta restu melakukan perjalanan keliling dunia dengan berjalan kaki. Kemudian oleh presiden dibekali dengan kamera, tas ransel serta baju batik.dan hanya dengan uang sebanyak Rp.50,000,-.


Mereka mengawali perjalanan mereka dari Batam menuju Singapura kemudian dilanjutkan ke Thailand, Myanmar, India, Pakistan, Afganistan, Irak, Iran, Arab Saudi, Sudan, Mesir, Yunani, Yugoslavia, Austria, Italia, Swiss, Jerman, Belgia, Belanda, Swedia, Norwegia sebelum akhirnya tiba di Amerika Serikat pada Agustus 1956. bahkan namanya telah dijadikan kata kerja dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia di mana di sana Anda akan menemukan istilah berlawalata yang artinya berjalan kaki menempuh jarak jauh. Mungkin lawalata dan kedua temannya bisa disebut pejalan kaki pertama indonesia pada zaman modern pada saat itu.



Selasa, 10 November 2015

Catatan Perjalanan Gunung Slamet ( Komunitas satubumikita )

Oleh : Bayu Surya Ginanjar

Jumat , 30 Oktober 2015


Saya, Ari , Andri , Lastri ,Mamang Jangkung Rani Dan Pepen bersiap untuk memulai perjalanan menuju gunung Slamet. Perjalanan ini merupakan perjalanan yang sudah lama direncanakan, namun hanya 7 orang yang siap dalam pendakian ini . Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah.  

Kami sepakat untuk menggunakan kereta api. Kereta api yang akan kami gunakan yaitu kereta api Serayu jurusan Bandung-Purwokerto. Kami sengaja menggunakan kereta api malam agar bisa beristirahat di perjalanan. Kereta Serayu pergi dari stasiun Kiaracondong pada pukul 12.30 dini hari. Sebelumnya saya meminta teman teman untuk membeli tiket kereta pada H-7 agar tidak kehabisan dan akhirnya 2 orang teman kami terpaksa menggunakan BUS (Rani dan Pepen)  Akhirnya kita janjian di stasiun kiaracondong pukul 22.00 saya yang diantar oleh mut pun tiba lebih awal dan sambil menunggu teman teman yang lain . Akhirnya kereta Serayu tiba dan kami pun naik kereta tersebut. Tak lama kereta melaju kami tidur dalam perjalanan.

Senin, 09 November 2015

Sabuki Jalan-jalan Ke Curug Malela, 15 November 2015



Assalamualaikum wr.wb

Hallo kawan sabuki semua apa kabarnya ??

Di bulan november ini, sabuki ngadain kegiatan lagi loh. Kali ini sabuki akan jalan-jalan ke sebuah curug  yang terkenal dengan sebutan Niagara mini dari Bandung. Yups.. Curug yaitu Malela yang berada di Kampung Manglid,Desa Cicadas, kecamatan Rongga,Kabupaten Bandung Barat.

Minggu, 08 November 2015

Cerita camping satubumikita (Part 2 / Finish)

Oleh : Ria Indhryani


Berhubung saya harus cepat-cepat melunasi hutang tulisan tentang Campfest Seuri Bray beberapa pekan lalu, Sabtu pagi memang hari yang manis buat menulis. Harus melanjutkan cerita Camping Ceria Sabuki, Kang Opik [Salah satu dedengkot Satu Bumi Kita] sudah seperti redaktur tempat saya bekerja dulu yang jika bertemu, tidak pernah lupa menagih tulisan lanjutan ini. Hehee.
Menjemput maghrib hari itu, senja mulai datang. Yang lain tentu saja bersegera untuk sholat. Bahkan, mungkin ada juga yang mandi sore. Saya dan teman-teman setenda saya, jangan kalian tanya…! Belum ada alasan untuk mandi! Hehe.
Karena membayangkan mushola minimalis di area tersebut pasti akan penuh, saya dan teman-teman di tenda nomor 01 itu sepakat mengejar mas-mas bintang tamu yang sedang asik ber-hammocks di area sebelah kanan lapangan. Ada Serambi Langit dan Fiersa Basari di sana. Dalam kondisi seperti ini, mengawas diri jangan sampai baper sama artis itu penting. Hahahahah. Modal kamera, sebenarnya niat saya dan teman-teman adalah hanya ingin berfoto dengan mereka. Ngisi waktu doank, paling tidak sampai musholannya agak lega. Kalaupun ada yang niatnya lebih atau beneran baper sebelum dan sesudahnya, biarlah ini menjadi rahasia anak tenda kami. :D

Masukan E-mail Anda Untuk Tetap Update Blog Satubumikita

ANDA PENGUNJUNG KE-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...