Minggu, 19 Januari 2014

Tektok Kembang - Cikuray

Teks : Moch. Khaerul Anwar (Derull)
Foto : Yudi (onde) 



Bermula dari celetukan di group BBM (blackbery messenger), ka Cikuray yuk ah..?. Kemudian berlanjutlah saling sahut menyahut. Singkatnya, kami yang ikut bersembilan orang sudah tentukan hari sabtu tanggal 04 Januari 2014 jam 15:00 WIB kumpul di Terminal Lw.Panjang-Bandung. Naik kendaraan pribadi/peserta (milik Pa’ Firman, hatur nuhun pisan sangat) dengan biaya sharecost. Sabtu itu pasti macet, bisa dipastikan. Efeknya waktu keberangkatan molor beberapa menit. Tak tahu orang-orangnya yang suka ngaret atau mesti menyalahkan waktu, kondisi lapangan dalam hal ini lalu lintas jalanan ibukota Jawa Barat ini. Entahlah…
 
Sekira pukul 15:45 kami bergegas pergi meninggalkan salah satu terminal besar di kota Kembang Bandung ini menuju Garut. Cikuray We Are Coming…! Berdoa serta simgambreng tak lupa menjadi ritual rutin sebelum melakukan perjalanan ataupun muncak. Parkiran terminal padat sekali, sampai banyak pula kendaraan parkir di depan terminal berderet sama taksi, angkutan umum yang silih berganti menaikturunkan penumpang. Cukup sulit untuk mobil yang kami tumpangi ke luar terminal.

Mobil berwarna hitam penuh ini mencoba meluncur lancar menembus gerimis jalanan yang pekat. Melalui jalan tol dari pintu masuk Moh.Toha ke arah Cileunyi. Memasuki Nagreg wilayah Garut arah Kota Bandung nampak padat merayap. Beruntung arah ke Garut-Tasik masih lancar jaya. Sampai di pom bensin Guntur +20 menit sebelum maghrib berkumandang. Berhentilah kami sejenak. Ishoma, isi bensin perut juga kendaraan beroda empat ini.

Perjalanan dilanjutkan dengan tujuan Pos Pemancar sekaligus Pos Pendakian Gn.Cikuray. Harapan jam 21:00 sudah sampai di lokasi. Nah, bagaimana jadinya kok bisa kami jadi menuju arah Cikajang-dan mencari-cari lokasi Kebun Teh Bayongbong (ini jalur pendakian via Bayongbong, Perkebunan Teh Cisaruni). Kami sudah mulai menyadarinya, bahwa kalau mau naik via Pos Pemancar harus melewati Kebun Teh Dayeuh Manggung. Sudah jauh terlewati! jadi kami memutuskan untuk terus dan mencoba jalur Bayongbong naik Gn.Cikuray. Kami semua belum pernah melewati trek Bayongbong ini. Sekitar 7 kali pertanyaan kami kepada siapa saja warga pinggir jalan menuju Bayongbong. 21:15 sampailah di pos kebun teh Cisaruni, hasil dari GPS (Guide Penduduk Sekitar, penjaga salah satu toko penjual outdoor adventure) yang bersedia mengantar kami. Didapatlah info dari sang penjaga, yang membuat kami sedikit ciut. Ya apa boleh buat, ternyata trek via Bayongbong ini sangat rawan kalau dilakukan di malam hari. Setelah saling berbincang. Rekomendasi pun tidak diizinkan/diberikan oleh pihak penjaga pos kebun teh Cisaruni dan dua orang teman yang mengantar tadi. Heuuu… raut wajah kami pada lesu. Pa’ Firman semangattt… Lanjutkan…!!!

Dan mau tidak mau muncak tektok Gn.Cikuray pun harus terus dilanjutkan…alhasil kami harus kembali ke kota ~ mencari Perkebunan Teh Dayeuh Manggung. Seperti Kimi Raikonen aja nih Pa’ Firman menjalankan mobilnya. Setelah beberapa kali tanya pula, akhirnya sampai juga di pos penjaga kebun teh Dayeuh Manggung +22:30. Laporan dan pengisian data pun dilakukan. Jalanan kebun teh mulai berbatu, digoyang. Mungkinkah ini mobil bisa sampai pos pemancar?. Dengan penuh sabar berbarengan dengan skil mengemudi Pa’ Firman akhirnya berbuah hasil. Nikmati saja… +23:30 sampai sudah di Pos Penjaga/Pendataan Pemancar Gn.Cikuray ~ Garut. Walaupun runutan waktu ridak berjalan sesuai rencana, kami tetap mencoba melaksanakannya penuh kepastian serta keyakinan.



Seusai melakukan pendataan dan administrasi plus parkir mobil, kami pun siap melakukan pendakian. Detak jarum jam menunjukkan 00:30 WIB. Tracking malam menuju Puncak Gn.Cikuray dimulai. Ada 7 pos yang harus kami lewati untuk bisa sampai ke puncaknya, sekitar 6-7 jam kaki ini melangkah kalau beruntung. Langkah pertama sudah disuguhi tanjakan (awas licin). Inilah salah satu yang menarik saya untuk kembali lagi sekarang ini-dg berbeda, trek malam- mungkin juga sama seperti pendaki lain. Syukurnya… cuaca cerah, jalur pendakian tidak terlalu licin. Kira-kira setiap satu jam kami sampai di setiap pos, pos 1 dan pos 2. +03:45 sudah menginjakkan kaki di pos 3, dan kami memutuskan untuk istirahat sejenak, ngopi, sholat shubuh, tidur sejenak, kantuk sudah tidak bisa kompromi lagi. Masing-masing pos tadi (1 dan 2) bisa buat tenda maksimal dua, dan di pos 3 inilah yang cukup lapang untuk kami istirahat. Ada tiga tenda lain yang sudah ada saat kami datang. Dinginnya mulai terasa, sesaat tidur sejenak yang dibangunkan oleh hembusan angin besar yang membuat kemerotak ranting-ranting dedaunan seperti bunyi turun hujan besar. Mungkin di puncak sana ada badai besar. Terasa sekali.



05:00 dilanjutkan kembali menuju puncak Gn.Cikuray yeahh.. Semangatttt! Lajur trek sudah nampak jelas. Pemandangan di bawah serta siluet sunrise menyelinap di balik pepohonan. Sedang memberi semangat kami. Tak terasa setapak demi setapak kami langkahi, mencoba menikmati desiran angin dan uniknya jalur pendakian. Agak basah, kabut nampaknya masih tebal. Amazing… 06:30 sudah sampai di puncak bayangan atau pos 6. Tinggal satu pos lagi, terlihat jelas bebatuan di puncak sana. Ada sekitar lima tenda di pos ini. Kami pun disuguhi minuman teh penghangat. Mereka juga mau muncak. Tenda ditinggal. Jadi ramelah rombongan yang bareng ke atas sana.


Inilah salah satu yang dinanti-nanti dan diharapkan oleh pendaki saat naik gunung, ialah bisa sampai ke puncaknya. Sedekat sebelum summit, banyak sekali lapak luas bisa dijadikan untuk mendirikan tenda. Tinggal dipilih saja. Ramainya ternyata. 07:30WIB kami sampai puncak Gn.Cikuray dengan selamat. Puji syukur, yang disambut dengan angin cukup besar serta kabut tebal menyelimuti puncak. Walaupun ini membuat kami merasa cukup kecewa, karena tidak bisa melihat keindahan awan, semarak kota dari ketinggian dan lain sebagainya. Kami rasa ini sudah cukup untuk membuat kami takjub akan ciptaan Yang Maha Perkasa tentang kabut beserta bulir-bulirnya yang menempel pada ujung-ujung rambut. Juga yang terpenting bisa merasakan berada di puncak Gunung Cikuray ini dalam keadaan selamat.

Selanjutnya, sehabis makan-makan bersama, ngemil, terlelap sejenak serta foto-foto keluarga, tidak lupa beres-beres lagi[sampah bawa turun yaa..!], barulah kami turun gunung lagi. Come back home!‼ pukul 10:15 tengtong. Alangkah tidak percayanya kami, kok bisa-bisanya langkah kami begitu cepat? Sungguh tak terduga?. Bayangkan saja hanya sekitar butuh 3 jam 30 menit perjalanan dari puncak sampai ke pos pemancar. Kami bersembilan ada tiga orang perempuan di dalamnya. Saat melirik jam di tangan 14:00 kurang sedikit. Padahal waktu tempuh saat naik dibutuhkan kira-kira sampai 7 jam perjalanan. Woww… setengah perjalanannya.. bagi kami ini sangat waaawww… Alhamdulillah sekali pokoknya…kondisi tim baik-baik saja.



Sesampainya di pos pemancar/pendataan, biasa laporan mesti ada pemberitahuan seusai muncak. Di sini sudah cukup lengkap fasilitasnya, ada mushola, toilet, dan juga warung serta lahan parkir (badan jalan pintu masuk ada beberapa stasiun pemancar). Kemas-kemas, bersolek, ganti seragam, heehee.. biar tidak terlalu kuceul. +15:00 pulang ke Bandung barang pasti jalan raya bakal macet. Terkhusus untuk semua di tim ini, Luar Biasa Hebat… semoga kita/kami menjadi lebih baik lagi di kehidupan sebenarnya, sehari-hari, belajar dari alam yang terkembang[kutipan]. Sangat khusus untuk Bapak kami ini Firman Nurdi, kami semua anak-anakmu berterima kasih sangat…sudah mau serta bersusah payah jadi sopir, sekaligus inisiator muncak juga dan pulang pergi Bandung ~ Garut. Semoga mobilnya aman-aman saja yaa.. Pa’ ! Saluttt for Respect!


Tim sembilan TekTok Kembang ~ Cikuray:

  1. Firman Nurdi
  2. Hasby “mbok”
  3. Cepi
  4. Yudi “Onde”
  5. Khaerul “derull”
  6. Tantan
  7. Siti Robiah “Obie”
  8. Kartika “Ti Ka”
  9. Rani Ratnasari



04-05 Januari 2014,
TekTok Bandung~Gn.Cikuray Garut

#derull_khaerul


4 komentar :

  1. Om...Bis ada yg sampe ke pos pemancar nggak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo sampai pos pemancar ga ada bis, bis ga bisa masuk, harus naik ojeg atau kol buntung, kalo sampe jalan besar masuk perkebunan ada bis.

      Hapus

Silahkan berkomentar, menyanggah, bertanya ataupun ingin berkorespondensi.



Terima kasih

Masukan E-mail Anda Untuk Tetap Update Blog Satubumikita

ANDA PENGUNJUNG KE-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...