Rabu, 28 Desember 2011

Jurnal : Bertualang ke Curug sabuk, Sumedang 17 Des 2011

Keindahan alam di tatar Priangan ini memang tak akan pernah ada habisnya tuk kita kagumi dan jelajahi. Selalu saja ada objek wisata menarik yang patut kita kunjungi. Seperti sabtu yang lalu (17/12/2011), satubumikita berkesempatan mengunjungi salah satu objek Curug (air terjun), yaitu Curug Sabuk yang tepatnya berada di lereng Gunung Kareumbi, Dusun Nangorak, Desa Margamekar, Kec. Sumedang Selatan, Kab. Sumedang, .

Akses menuju Curug Sabuk

Untuk menuju Curug sabuk, kami bertolak pagi hari dari halte Bus di Jalan Dipati Ukur, Bandung menumpang Bus Damri Jurusan Jatinangor. Bus Ac yang cukup penuh sesak oleh penumpang khususnya anak pramuka yang akan persami (perkemahan sabtu-minggu) di Kiara Payung. Sekitar 1 jam perjalanan di dalam Bus akhirnya kami pun sampai di pemberhentian terakhir di Jatinangor (Unpad). Dari Jatinangor kami kembali meneruskan perjalanan dengan mencarter angkot berwarna cokelat jurusan Sumedang-Cileunyi untuk menuju daerah Nangorak, Sumedang (start trekking/jalan kaki menuju Curug Sabuk).

Hamparan sawah

Selasa, 13 Desember 2011

Event : Trekking Curug Sabuk, Sumedang 17 /12/ 2011

Curug Sabuk, Sumedang
Hai..hai..hai.
Teman-teman satubumikita mari kita bertualang ke Curug (air terjun) Sabuk yang berlokasi disekitar Taman Buru Gunung Masigit dan kawasan Gunung Kareumbi, Kab.Sumedang, Jawa Barat.



>Ketentuan Peserta :

1. Pria/Wanita
2. Usia 7-60 Tahun
3. Dalam keadaan fit dan sehat
4. Umum

>Biaya/Ongkos kendaraan umum masing-masing/patungan



Kamis, 08 Desember 2011

Sejarah Panjat Dinding di Indonesia

 
Kemunculan olahraga panjat dinding tak bisa dilepaskan dari perkembangan panjat tebing di alam terbuka. Kegiatan ini merupakan salah satu cabang mendaki gunung. Di Indonesia, perkembangan panjat tebing mulai disebarluaskan dari Gladian Pecinta Alam pada 1975 di Gunung Citatah, Padalarang, Jawa Barat. Pada salah satu mata acara pertemuan, para pecinta alam ini mengajarkan teknik panjat dan turun tebing.



Sejarah Arung Jeram Indonesia

Mayor John Wesley Powell seorang tentara Amerika disebut sebagai bapak Arung Jeram Dunia. Ia memperkenalkan arung jeram pertama kali dengan menyusuri sungai Colorado sejauh 250 mil yang melintasi gugusan tebing raksasa, yang kemudian diberi nama Grand Canyon. saat itu ia menggunakan perahu kecil yang tesusun dari papan kayu. pada perkembangan selanjutnya di benua Amerika dan Eropa, aktifitas menelusuri sungai tersebut ternyata berkembang menjadi sebuah olah raga highrisk yang cukup populer, dan dikenal dengan sebutan white water rafting. Lalu mulailah rafting dikenal di seluruh dunia hingga ke Indonesia.

Sejarah Arung jeram Indonesia

Doc : satubumikita
Sejarah petualangan sungai di Indonesia dimulai sekitar awal tahun 1970-an dengan istilah olah raga arus deras (ORAD). Dipelopori oleh rekan-rekan pecinta alam dari Bandung dan Jakarta, olah raga ini kemudian menjadi salah satu olah raga petualangan yang paling diminati para pecinta alam. Pada tahun 1975, salah satu kelompok pencinta alam menggelar Citarum Rally .

Sekitar tahun 1975, kelompok pencinta alam mengembangkan juga olah raga ini dengan ekspedisi melintas Sungai Mahakam dan Sungai Barito, bersama dengan Frank Morgan, seorang pengacara profesional. Kelompok ini juga melaksanakan ekspedisi ke Sungai Alas.


Masukan E-mail Anda Untuk Tetap Update Blog Satubumikita

ANDA PENGUNJUNG KE-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...