Jumat, 29 November 2013

Event : Mengejar Sunrise dari Ketinggian Gunung Gede, 7 - 8 Desember 2013





salam satubumikita

setelah pendakian gunung Gede edisi pertama pada Bulan mei 2013 lalu, kali ini satubumikita mengadakan pendakian ke gunung gede untuk yang ke 2 kalinya dengan misi dan tema yang berbeda, kali ini satubumumikta ingin mencoba menyaksikan mentari terbangun di ufuk timur.

***

Kamis, 14 November 2013

Jurnal satubumikita #20 : Sejenak bersama Galunggung & Kampung Naga




Di kejauhan, tinggi menjulang sebuah Gunung yang pernah meletus dahsyat. Letusannya di masa  Presiden Soeharto tercatat berlangsung selam 9 bulan, dalam periode 5 Mei 1982 sampai 8 Januari 1983. Ya, Gunung tersebut adalah Gunung Galunggung, yang berada di kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Menurut supir angkot yang kami tumpangi, di periode meletusnya Galunggung tersebut, para warga di sekitar Gunung hanya bisa menikmati terangnya mentari  sampai sekitar jam 10 pagi, dan selebihnya dari waktu tersebut adalah waktu yang gelap. Tak terbayangkan keseharian kita dalam keadan seperti itu, tapi itulah kuasa Tuhan.Seperti kata Kuncen Kampung Naga, bencana meletusnya Galunggung sekitar 29 tahun lalu merupakan sebuah pelajaran bagi manusia. Seperti letusan Gunung lainnya yang selain menyisakan tangis, seolah Galunggungpun  kemudian menjadi sumber penghidupan bagi manusia sekelilingnya. Pasir-pasir bekas muntahan dari perut bumi yang melimpah menjadi sebuah keniscayaan bahwa alam memang memberikan sebuah  keseimbangan dari sebuah bencana alami (tanpa campur tangan manusia).

***

Rabu, 13 November 2013

Rupa - Rupa Cerita Trip Gunung Galunggung Dan Kampung Naga

Oleh  : Gustaf RM 


Mendaki gunung, menjajal anak tangga yang panjang dan sebuah perkampungan adat yang ada naga (ular)nya atau kampungnya para naga. Ya,  inilah gambaran yang terpintas seketika  saya untuk pertama kali mendengar kata “Galunggung dan Kampung Naga”. Kali ini tepatnya tanggal 2- 3 november 2013 destinasi perjalanan saya adalah menuju Tasikmalaya untuk mengunjungi yang boleh jadi menjadi andalan wisata alam dan budaya (ikon) Tasikmalaya.

Terletak di Kabupaten Tasikmalaya secara administratif , Gunung Galunggung akan menjadi tujuan utama eksplorasi saya dan teman – teman  yang tergabung dalam komunitas satubumikita. Dan dilanjutkan berkunjung ke kampung Naga yang secara administratif terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.
Jam 6 pagi meet point di surapati core (meet point nya event sabuki untuk wilayah ekplorasi Jawa Barat bagian timur) “nggak juga sih…,” Setelah hampir semua peserta yang akan ramein event ini ngumpul semua ..jam 6.30 akhirnya kita ber-19 memulai perjalanan. Tujuan pertama adalah menumpang bis di terminal Cicaheum . bis Trayek Cicaheum - purwokerto via tasikmalaya yang kata abang kondektur ber AC yang jadi pilihan hati rombongan satubumikita, walaupun bisa langsung menggunakan bis jurusan Cicaheum – Tasikmalaya langsung, mungkin ongkosnya bisa lebih murah atau bahkan lebih mahal, hehe.

Sabtu, 09 November 2013

Mendaki dengan Nurani dan Keimanan

Teks & foto Oleh :  Feriansyach (Permata Sumut)




           Dengan Apakah kita mendaki? Bukan dengan peralatan yang lengkap, perhitungan yang cukup, bekal yang banyak, atau nafsu, hasrat yang besar untuk menggapai puncak. Kita mendaki dengan Nurani. Nurani yang sehat yang selalu disirami dengan ketakwaan (beribadah) kepada Allah sebagai usaha untuk mempertajam nurani yang kita miliki. Mengapa Nurani ?

Rabu, 06 November 2013

Bercerita dengan sketch di event perjalanan ke gunung galunggung dan kampung naga 2 - 3 nov 2013

Ada banyak cara yang dilakukan oleh teman2 kita dalam mengapresiasikan setiap kegiatan perjalanan. selain cara yang sudah umum dan lazim di lakukan oleh kebanyakan orang seperti potograph, membuat jurnal, puisi, film dokumenter dan lagu, kali ini ada hasta karya yang dibuat oleh salah seorang teman kita "fifit" dengan cara membuat sketch . Model ini menambah referensi kita dalam mengapresiasi perjalanan dan moment yang didapatkan.

"Fifit a.k.a sari" mengapresiasikannya dengan membuat sketch dari setiap pesertanya berdasarkan ingatan tentang ciri-ciri personal individu, karakter dan moment yang menjadi bagian yang berkesan dan pastinya untuk para tokoh yang ada dalam sketch itu akan senyum-senyum kecil  ketika melihat sketch ini sembari mengingat visualisasi kejadian waktu itu.
cekidot :



Minggu, 20 Oktober 2013

Event : Menengok Sisa Kedahsayatan Galunggung & Mengintip Budaya di Kampung Naga, 2-3 November 2013

Peta Gunung Galunggung tempo Dulu, foto : http://www.geheugenvannederland.nl/?/nl/items/NAT01:NNM001000871-081
Di awal bulan November ini kembali satubumikita mengadakan kegiatan yaitu trekking ke Gunung Galunggung yang pernah dahsyatnya meletus beberap belas tahun yang lalu, serta kita coba mengintip budaya sunda di Kampung Naga di Tasikmalaya yang masih memegang adat istiadat yang cukup kental.   Titik pertama yang akan kita tengok adalah Gunung Galunggung, lalu selanjutnya kita coba mengenali budaya di kampung Naga dengan langsung berinteraksi dengan masyarakatnya dan kita akan bermalam di Kampung Naga. Kegiatan ini bersifat komunitas dan eksploratif tanpa survey dan pemandu.


Kegiatan diadakan padaTanggal 2- 3 November 2013

Kumpul Hari Sabtu pagi 2 November 2013: 


  • Di Surapati Core, Jalan Suci/Padasuka (sebelum terminal Cicaheum) Bandung pukul 06.00, atau
  • Di Terminal Tasikmalaya (Indihiyang), sekitar pukul10.00
Partisipan yang akan ikut dibatasi


Sabtu, 05 Oktober 2013

Sejenak Berkunjung Ke Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi (Bag.2 / Foto)

Catatan sebelumnya (klik di sini)

Kemudian iring-iringan warga pun berakhir di alun-alun kampung. Setelah itu berturut-turut ditampilakn beberpa kesenian tradisi lainnya, seperti, ritual menumbuk padi secara tradisional, kesenian ketangkasan lais serta debus. Ritual yang bisa jadi cukup sakral adalah upacara memasukan padi ke dalam 'Leuit Si Jimat' oleh abah anom sang pemimpin kampung yang diiringi kawih dan doa-doa. Selanjutnya prosesi berlanjut dengan meramal atau mencoba menerawang masa depan di sebuah bale besar. Keriuhan dan prosesi upacara adat pun berakhir di siang hari yang mendung.

Sedikit Jepretannya. Cekidot.



Rabu, 02 Oktober 2013

Plakat Petunjuk Arah dan Ketinggian Gunung di Taman Ganesha

Bila kita berkunjung ke Taman Ganesha Bandung, yang berada di seberang Aula ITB (Institut Teknologi Bandung) di jalan Ganeca, dan kita jeli maka kita akan menemukan beberapa plakat petunjuk arah dan ketinggian gunung yang berada di sekitar Bandung. 

Taman Ganesha sendiri dulu bernama Ijzermanpark yang dibangun sekitar tahun 1919. Nama Ijzermanpark diambil dari nama Dr. Ir. J. W. Ijzerman yang berjasa besar dalam pendirian Technische Hogeshool – THS (sekarang Institut Teknologi Bandung - ITB). Di taman tersebut dulu terdapat sebuah patung dada Dr. Ir. J.W. Ijzerman yang berada di pintu masuk utara taman. Patung Dr. Ir. J.W. Ijzerman itu masih berdiri megah pada tahun 1950-an. Namun pada tahun 1960-an patung Ijzerman telah digantikan dengan patung Ganesha. Di sana sekarang diletakan patung kontemporer terbuat dari baja tahan karat berbentuk rangka kubus (Tugu "In Harmonia Progresio"). Nah, bisa jadi plakat-plakat tersebut dibuat bersamaan dengan dibangunnya Taman Ganesha.

Di bawah ini satubumikita memfoto plakat-plakat tersebut, dan yang menjadi pertanyaan adalah tidak adanya Gunung Tangkuban Parahu dan Burangrang, yang merupakan landmark Gunung di kota Bandung (atau mungkin sudah raib atau lupa dibuat atau sudah tak terlihat), entahlah.

Gunung Dajeuhloehoer  (1110)

Jumat, 20 September 2013

Sepintas Mengenal Pohon Randu (Kapuk)

Pohon Kapuk/ Randu


Saat pendakian ke Gunung Tampomas sumedang kemarin (14-15 Sept), kami menemui sebuah pohon yang buahnya berbusa seperti kapas atau kapuk. pohon tersebut biasa juga di sebut dengan Pohon Randu atau pohon Kapuk. Menurut wikipedia Kapuk randu atau kapuk (Ceiba pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae (sebelumnya dikelompokkan ke dalam famili terpisah Bombacaceae), berasal dari bagian utara dari Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia, dan (untuk varitas C. pentandra var. guineensis) berasal dari sebelah barat Afrika. 

Kamis, 19 September 2013

Jurnal Satubumikita #19 : Tandang Tampomas Sumedang


"Pintu masuk" Situs Batu Pasarean di sekitar puncak Tampomas

Hari sabtu pagi yang cerah, mentari bersinar cukup hangat menemani kami dalam bis yang melaju menembus jalanan kota Bandung yang ramai di akhir pekan. Mentari semakin terik dan tak lagi hangat, tak terasa perjalanan kami pun sudah sampai di pemberhentian terakhir bis Damri di bilangan kampus Unpad Jatinangor. Ya, persinggahan kami disana sebelum menempuh perjalanan pendakian menuju sebuah Gunung di sebelah utara Kabupaten Sumedang yang merupakan bekas dari kerajaan Sumedang Larang. Gunung yang akan kami tuju tersebut sekarang biasa disebut dengan Tampomas atau menurut catatan Pangeran Sunda Bujangga Manik adalah Gunung Tompo Omas. 


Sebelum terik semakin menggila dan anggota pendakian sudah terkumpul semua, kami pun beranjak bergegas dari kampus Unpad Jatinangor melaju dengan angkutan umum berwarna cokelat menuju titik awal pendakian di daerah Cibeureum. Sebelum menuju arah kota, kami pun melewati sebuah jalan yang terkenal dan bersejarah, ya apalagi kalu bukan Cadas Pangeran. Cadas Pangeran merupakan sebuah jalan yang masih bagian dari Jalan Raya Pos  (yang dibangun / direncanakan oleh Gubernur Jenderal Daendels) dari Anyer - Panarukan yang memakan korban jiwa para pekerjanya karena harus membobok cadas bukit dengan cara manual. Yang menarik adalah sang bupati pada saat itu, Pangeran Kusumadinata IX (1791-1828) atau yang lebih populer dengan sebutan Pangeran Kornel, beliau berani memprotes dan agak sedikit menantang sang Gubernur Jenderal Daendels atas kesemena-menaan dalam pembangunan jalan tersebut dengan bersalaman dengan tangan kiri sedang tangan kanan memegang keris. Yang konon akhirnya sang Daendels yang terkenal galak tersebut mengerahkan pasukan dan alat beratnya untuk memudahkan pembuatan jalan dengan membobok bukit cadas tersebut.

Kamis, 12 September 2013

Catatan Perjalanan : Sejenak Berkunjung Ke Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi

oleh : Taufik H
 
Salah satu prosesi Seren Taun, Credit photo: Ciptagelar.wordpress.com



Setelah menempuh jarak yang bisa dikatakan jauh, akhinya saya dan saudara saya sampai juga di sebuah keramaian malam di sebuah kampung di pelosok nun jauh di balik bukit-bukit. Keramaian tersebut bukan tanpa sebab, karena di tempat tersebut terdapat sebuah perayaan menyambut keberhasilan hasil dari panen padi. Kampung yang di maksud adalah sebuah kampung yang bernama Kasepuhan Ciptagelar, yang lokasinya cukup sulit dijangkau oleh kendaraan.  Perayaan yang dimaksud adalah Seren Taun. Seren Taun merupakan  salah satu ritual/perayaan adat tahunan dari Kasepuhan yang selalu menarik minat masyarakat luas untuk berkunjung kesana dan melihat prosesi adat, pertunjukkan hiburan atau budaya yang mungkin sudah jarang di temui di daerah lain. Perayaan puncak Seren Taun di tahun 2013 ini jatuh pada tanggal 1 September.


Selasa, 03 September 2013

Event : Pendakian Gunung Tampomas 14-15 September 2013

Sampurasun..Hallo kawan-kawan..  

Kredit gambar : ceriwis.com

 
Di bulan September yang katanya ceria ini kembali satubumikita mengadakan kegiatan di alam sekaligus silaturahmi, halalbihalal dan merayakan milad satubumikita yang ke-2. Gunung yang akan didaki kali ini adalah Gunung Tampomas yang berada di kota tahu, Sumedang. Kegiatan mendaki ini bersifat eksploratif tanpa survey, jadi lebih mengandalkan kekompakan tim, bukan pada guide atau individu perorang. 


Kegiatan diadakan pada 14-15 September  2013 (sabtu - minggu)

Kumpul Hari Sabtu tanggal 14 september 2013: 
  • Di Halte Bus Damri Sebrang Kampus UNPAD di jalan Dipati Ukur , Bandung. Pukul 08.00
  • Atau di Halte Bus Damri Kampus UNPAD Jatinangor, Pukul 09.00 (atau setibanya rombongan dari Bandung)
Partisipan yang akan ikut dibatasi


Rabu, 07 Agustus 2013

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H


Tundukkan Ego, Mari Saling Memaafkan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri kawan-kawan satubumikita.

Mohon maaf lahir dan bathin.

Minggu, 04 Agustus 2013

Catatan Perjalanan : Susur Pantai Garut 28-30 Juni 2013

Oleh : Marlindia Ike


Hamparan langit maha sempurna
Bertahta bintang – bintang angkasa
Namun satu bintang yang berpijar
Teruntai turun menyapa ku
(Mahadewi, Padi)

Pernah lihat video klip dari cuplikan lirik di atas? Lokasinya ada di Ujung Genteng, Sukabumi. Tapi kali ini, bukan tempat itu yang aku kunjungi. Tempat itu, masih menjadi wishlist untuk dikunjungi..


copyright by satubumikita :)
copyright by satubumikita 



Pantai, pantai, pantai..

Pasir, ombak, senja, nyiur, karang, itu yang langsung terbesit ketika aku mendengar kata Pantai. Dan Garut memilikinya. Seperti kota Malang, di Garut ada gunung dan ada pantai. Untukku 2 akhir bulan berturut-turut menikmati keeksotisan pantai. dan untuk perjalanan kali ini, keinginan untuk mencoba tenda baru dengan alas pasir dan angin laut akhirnya tertuai juga :)
Perjalanan kali ini, aku bersama dengan teman-teman Satu Bumi Kita. Ini kali kedua aku jalan bersama mereka.

ANDA PENGUNJUNG KE-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...