Senin, 19 Oktober 2015

Catatan Perjalanan Camping Festival “Seuri Bray”

Oleh : Selvia Andri Yani (Epoy)

Sedari ku mulai terjerumus dengan breng***nya Skripsi, tak banyak waktu untuk aku bersenang – senang dengan kesukaanku terhadap dingin dan sepi. Tapi aku rasa Tuhan jauh lebih mengerti, bagaimana ia memberikan kesempatan kepadaku dengan cara yang keren.
Aku adalah salah satu perempuan penikmat musik, penggemar jalan - jalan, dan menggilai keduanya. Ku rasa Camping Festival adalah hal yang pas untuk dinikmati. Sudah lama tidak ngopi, makan dinesting sembari seuri bareng baraya (dibaca : sambil ketawa bersama saudara).

Informasi event ini aku dapatkan dari seorang pria sanguin di Bandung. Sebut saja dia mas dadang, salah 1 pemain cajon fenomenal Band Parahyena. Dia menyelundup seperti manusia persuasi, dan aku tergoda untuk menjadi peserta tanggal 3- 4 Oktober 2015. Juga, aku memang menyukai Band Parahyena setelah melihat perform-nya di salah 1 café Bandung saat itu. Akhirnya aku memutuskan dengan sadar untuk hadir dalam acara Seuri Bray.
Singkat Cerita.. Aku mendaftarkan diri bersama ke-empat kawanku dari Jakarta. Dia bernama Kikuk, Uya, Bentol, dan Jupe. Lalu kami menunggu hari itu tiba.


Menjelang keberangkatan, justru kawanku bernama Jupe mengundurkan diri, ia lebih memilih ke Singapore bertemu pujaan hatinya. Dan, akhirnya tiket pindah alih ke kawanku bernama Semok. (Mubazir udah ditransfer uangnya), hehe.
Hari itupun tiba, dimana kita akan berangkat pada tanggal 2 Oktober hari Jum’at malam. Namun aku ada halangan yang sangat sakral, akhirnya diputuskan untuk berangkat Sabtu siang. Resikonya, akan banyak acara yang ketinggalan, dan itu mutlak.



 Sisa – sisa lelah menyetir karena urusan, aku serahkan untuk gantian pada kawanku Uya tepat dipukul 13.30 WIB. Menembus Jakarta yang macet, juga jarak yang lumayan Jauh menuju Ciwidey Bandung. Lara, namun tetap nikmat rasanya jika isi mobil penuh gurauan, juga disponsori oleh cemilan yang enak dan mengenyangkan. Sesampainya di Tol Pasteur Bandung, aku menjemput kawanku dari Mahacita UPI bernama Beben. Beliau akan menjadi navigator menuju lokasi Seuri Bray.
Akhirnya sampai juga di Green Hill Ciwidey tepat pukul 20.30 WIB. Argh!! Ada penyesalan tidak bisa melihat Angsa dan Serigala perform, dan juga Parahyena. Tapi apa daya, sudah sampai dilokasi itu saja sudah cukup menyenangkan. Sambutan Panitia cukup hangat, sehangat pemandian air panas yang tersedia didalamnya.
Saat registrasi ulang peserta, tidak lama aku bertemu kawanku penulis buku Tabah Sampai Akhir. Beliau juga mengisi acara di acara Seuri Bray. Dan, asik juga konsep acaranya. Karena ini memang acara pertama yang aku datangi bertema camping Festival.
Singkat cerita lagi..
Bergegas mencari lapak untuk menebar tenda dan beristirahat. Aku melewati lapak tendanya para talent – talent, akhirnya ketemu mas dadang yang sedang berdiri disebelah panggung. Senang, akhirnya bertemu kembali dengan idola. Ohya, lapak tendaku persis sebelah kanan panggung dan depan lapak Bazzar. Juga bergabung bersama kawanku dari Yogyakarta bernama Sakti. Setidaknya, aku masih bisa melihat perform Fiersa Besari, sisa – sisa perform Parahyena, juga Kloppas. Mengobservasi panitia dan peserta, ada malam yang rugi untuk dilewatkan. Tidak perlu ada yang disesali, lebih baik menari – nari dalam malam yang semakin larut, dan melebur bersama rinduku terhadap Bandung. Malam itu sangat menyenangkan bagiku, bagi mereka, bagi siapapun yang memauinya.



Acara musik selesai, api unggun mulai redup, aku masih diluar tenda bersama kawan – kawanku. Saling bertukar cerita, merayakan kelulusan kuliah dengan seteguk bajigur, juga disponsori oleh pendongeng lucu dari mas dadang. Tidak terasa, tertawa sampai jam 3.30 pagi. Dan suasana tenda semakin hening dan tak bernyawa. Akhirnya aku memutuskan untuk manja – manja bersama sleeping bag. Terimakasih yang terlibat, aku senang.
Pagi datang, peserta mulai ramai. Ada yang sibuk sarapan, sibuk senam, sibuk foto – foto, sibuk mendengarkan, sibuk jalan – jalan, sibuk bengong, sibuk hammockan, sibuk berjemur, sibuk mencari seseorang, sibuk mandi, sibuk jatuh cinta, sibuk jadian, sibuk dengan talkshow, juga sibuk mengobservasi. Semua sibuk dengan gayanya masing – masing. Ku rasa, aku ingin berlama – lama dalam acara tersebut. Tapi hasratku yang dibatasi waktu, harus bergegas pamit. Terima kasih sudah baik, sudah mengadakan acara Camping Festival untuk Satu Bumi Kita. Lain waktu, mungkin aku akan ikut kembali, dengan tidak lagi kata terlambat datang. Supaya tidak ada yang dirugikan, hehe.

Aku meninggalkan acara sebelum Seuri Bray selesai. Maafkan, ada yang harus ku buru – burui, supaya beberapa tempat di Bandung dapat dikunjungi. Seperti penakaran Rusa di Rancaupas Ciwidey, Alun – Alun Bandung, Jembatan Fenomenal bertuliskan quote Pidi Baiq, juga Kantin Nasion Rumah The Panas Dalam. Setelah itu, aku berpisah dengan kawanku dari Yogyakarta dan juga Mahacita UPI. Senang bisa berbagi senang – senang dengan kalian.
Sebelum benar – benar meninggalkan Bandung, aku mengunjungi dulu buah batu yaitu Sekretariat Argawilis di ISBI Bandung. Untuk bertemu idola, juga mengistirahatkan mobilku yang mulai mengkhawatirkan dipaksakan pulang. Argh! Aku masih ingin lama – lama di Bandung.
Jam 22.30 WIB aku dan keempat kawanku meninggalkan Bandung menuju Beranda. Terimakasih Camping Festival Seuri Bray, sudah meleburkan rinduku dengan Bandung, juga dengan orang – orang yang menyenangkan. Sampai jumpa, diwaktu yang berbeda dan di rasa senang yang sama. Amin.

Tulisan ini dipublikasikan juga di : http://sayworld.tumblr.com/post/131420058763/catatan-perjalanan-camping-festival-seuri-bray


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, menyanggah, bertanya ataupun ingin berkorespondensi.



Terima kasih

Masukan E-mail Anda Untuk Tetap Update Blog Satubumikita

ANDA PENGUNJUNG KE-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...