Rabu, 21 Oktober 2015

Sedikit Pengantar Dari Sabuki untuk Borneo dan Sumatera

Doc : news.metrotvnews.com
Dampak asap dari kebakaran hutan yang menimpa beberapa daerah Sumatera dan Kalimantan jelas terus menarik perhatian banyak pihak. Kita tarik contoh Provinsi Riau. Sejak beberapa bulan lalu, penerbangan dan sekolah anak-anak misalnya di Kota Riau berulang kali terkendala karena asap yang entah pantas menyebutnya sebagai bencana atau tidak. 


Krisis udara sehat dirasakan tidak hanya oleh warga Provinisi Riau, tetapi juga warga Sumatera bagian lainnya seperti Kota Padang. Belum lagi Kalimantan, Palangkaraya di siang hari rupanya sudah memamerkan warna jingganya. Sungguh itu bukan sunset atau sunrise, melainkan hasil dari udara yang kualitasnya nyaris 'dua belas kali lipat lebih buruk dari ambang batas udara bahaya'.

Sebulan yang lalu misalnya, indeks polusi di Palangkaraya mencapai 2.314,45 mikrogram/m3. Padahal, menurut PP No.41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, batas pencemaran udara yang masih aman bagi makhluk hidup adalah maksimal 150 mikrogram/m3/hari. Bahkan jika merujuk data World Health Organization (WHO) yang memiliki standart polusi udara aman maksimal 50 mikrogram/m3/hari, nilai polusi udara di Palangkaraya saat ini adalah 45 kali lipat di atas batas aman WHO.


Terlepas bagaimana asal muasal kabut asap di Sumatera dan Kalimantan ini terjadi, siapa pelakunya pembakaran lahan hutan yang sampai saat ini mengarah pada beberapa perusahaan besar, serta sejauh mana keberanian pemerintah mengambil tindakan yang tegas untuk mengatasi bencana nasional tersebut, adalah tanggung jawab kita bersama untuk peduli dengan saudara-saudara kita di sana.

Hal ini akhirnya mendasari Satubumikita (Sabuki) yang merupakan komunitas penggiat alam dari Bandung untuk menunjukan bentuk kepeduliannya atas bencana tersebut dengan aksi yang nyata. Berangkat dari ide beberapa anggota, Sabuki sepakat untuk menggelar penggalangan dana. Bukan suatu hal yang mudah untuk merumuskan suatu program penggalangan dana terhadap bencana. Namun seiring berjalannya waktu, sepakat akhirnya sampai pada satu titik yang kami beri nama Peduli Korban Asap Borneo dan Sumatera #SaveBorneoSumatra dengan tagline Diam Bukan Solusi. Menurut kami, jelas diam bukan solusi oleh karena itu kami bergerak dengan aksi.


Penggalangan dana dilaksanakan pada 15/10/2015 s.d. 31/10/2015 dengan aksi turun ke jalan yaitu:

1. Ngamen Amal alias Ngamen Keren di Cikapundung
Kawan-kawan Sabuki sengaja memanfaatkan relasi dengan teman-teman musisi indie di Bandung yang siap tarik suara untuk ngamen keren. Aksi ini juga didukung atau kerja sama dengan Komunitas Alien Cikapundung sebagai pemilik lapak. Hasil dari ngamen ini kembali terbagi-bagi yaitu 40% wajib untuk kebersihan & keamanan, dan sisanya dibagi oleh Sabuki (Donasi Ngamen Amal) dan Alien Cikapundung sebagai pemilik rumah.

2. Jual Pin
Sabuki mengeluarkan sedikit modal untuk mencetak pin yang dijual seharga Rp10.000 dan 100% profit penjualannya menjadi bagian dari sumbangan.

3. Kencleng Seikhlasnya dan juga sumbangan lain yang masuk melalui Rek. BCA a/n Adek Kusuma 8430.1996.77.

Goal dari penggalangan dana ini adalah terkumpulnya dana senilai Rp30 juta yang akan digunakan untuk membeli 1.000 tabung gas oksigen. Dalam penyalurannya sendiri, teman-teman Sabuki sengaja berkoordinasi dengan pihak-pihak di masing-masing daerah yang konsen membantu korban asap, sesuai yang diharapkan. Secara singkat, Sabuki menyebutnya Donasi 1.000 Oksigen Untuk Borneo (Kalimantan) dan Sumatera.




###

Pada minggu pertama aksi penggalangan dana, Ngamen Keren dilaksanakan pada 15/10/2015 bertempat Jembatan Cikapundung atau Samping Gedung Merdeka pada pukul 18.30-23.00. Sabuki mengundang beberapa musisi indie seperti Fierman Deanto dan Klopass. Asia Afrika yang memang ramai pengunjung menjadi tempat yang pas bagi Sabuki untuk menggalang dana. Selain ada Ngamen Keren, sekitar 100 pcs Pin “Diam Bukan Solusi #SaveBorneoSumatra” juga mulai dijual. Klopass sukses menutup Ngamen Keren Hari Pertama tersebut dengan hasil penggalangan dana secara keseluruhan berjumlah Rp 1,401,000 (termasuk penjualan pin). Jumlah tersebit ditambah oleh donasi dari kelompok kawan-kawan salah seorang peserta Kegiatan Sabuki 'Seuri Bray' yaitu Rp480.000, maka total donasi per 15/10/2015 secara keseluruhan adalah Rp 1,881,000.



Hari kedua yaitu Jumat (16/10/2015), penggalangan dana berupa Ngamen Keren dan Jual Pin ini masih dilakukan dilakukan di area sekitaran Cikapundung meskipun titik pointnya berubah dari malam sebelumnya. Malam kedua ini, Sabuki dan Alien Cikapundung ngamen keren dan berkumpul di Taman Cikapundung yang identik dengan air mancur menari. Masih dengan skema galang dana yang sama, musisi-musisi indie dihadirkan. Malam kedua ini tak sepanas lagu-lagu Iwan Fals yang dibawakan Klopass pada malam sebelumnya. Sebaliknya, lagu-lagu bergenre pop yang biasa di telinga anak muda karena sering looping di radio-radio, justru terasa tepat sasaran karena pengunjung Cikapundung memang didominasi oleh anak-anak muda. Masih hingga pukul 22.30, donasi yang terkumpul dari Ngamen Keren dan Jual Pin pada hari itu adalah Rp 1,054,200.
Secara kolektif per tanggal 16/10/2015, hasil dari Ngamen Keren dan jualan pin dua malam tersebut adalah Rp2,935,200.

Malam ketiga, masih dengan Ngamen Keren dan Penjualan Pin di area Cikapundung yang ramai dengan Car Free Night Asia Afrika. Dana yang berhasil dikumpulkan malam tersebut adalah Rp1,000,000, sehingga total hasil penggalangan dana pada hari ketiga adalah Rp3,935,200.

Malam keempat bertepatan dengan malam final Piala Presiden. Sasaran Sabuki awalnya adalah para Bobotoh yang melakukan aksi nonton bareng di area Taman Cikapundung. Sayangnya, kondisi yang sangat crowded dari penuh dan sesaknya para Bobotoh membuat tim Sabuki tidak dapat secara bebas atau maksimal melakukan penggalangan dana. Hasil penggalangan dana malam itu adalah Rp357.400.

Secara keseluruhan, total penggalangan dana Minggu I ini Rp4,292,600 dan telah dikirimkan melalui Universitas Palangkaraya pada Selasa (20/10/2015). Sabuki berharap bantuan tersebut bisa dimanfaatkan bagi korban asap baik di Riau atau Palangkaraya. (Ria / satubumikita)***

Terima kasih untuk para donatur dan teman-teman Sabuki semuanya. :


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, menyanggah, bertanya ataupun ingin berkorespondensi.



Terima kasih

Masukan E-mail Anda Untuk Tetap Update Blog Satubumikita

ANDA PENGUNJUNG KE-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...