Rabu, 16 Januari 2013

Gunung Pak Tua di Selatan Bandung


*Lukisan Kawah Putih Karya Franz Wilhelm Junghuhn (1856)
Kawah Putih yang berada di daerah Ciwidey, Selatan Bandung memang telah menjadi salah satu destinasi wisata alam yang cukup terkenal dan salah satu ikon wisata Jawa Barat. 

Keindahannya memang sudah tidak diragukan lagi. Kawah putih sejatinya adalah sebuah kawah dari Gunung Patuha, gunung yang sebagian orang menjulukinya gunung Pak Tua tersebut memiliki puncak tertinggi sekitar 2.434 mdpl (meter di atas permukaan laut). Bisa jadi penamaan ‘Patuha’ mungkin berasal dari julukan ‘Pak Tua’. Julukan ‘Pak Tua’ disematkan karena oleh masyarakat sekitar dipercayai umur gunung tersebut sudah sangat tua. 


Keindahan Kawah Putih pertama kali tersingkap pada tahun 1837 oleh Junghuhn sang peneliti dan penjelajah di masa penjajahan Belanda yang berjuluk “Humbolt untuk Pulau Jawa”. Saat itu ia sedang melakukan perjalanan di sekitar Gunung Patuha yang saat itu masih sangat sunyi dan angker. Saat Junghuhn beristirahat dan melihat sekitar Gunung Patuha, ia pun sedikit bingung karena tak ada satupun burung yang melintas di atas gunung tersebut. Menurut pengantarnya, kawasan tersebut memang sangat angker sehingga bisa dikatakan burung pun enggan melintas di atasnya. Karena Junghuhn tidak percaya hal-hal seperti itu dan penasaran, ia pun nekad untuk melihat sendiri keadaan gunung. Sesampainya di kaki gunung, bukan ketakutan dan keangkeran yang Junghuhn temui malah sebuah kawah indah yang membuatnya tertegun. Junghuhn pun tersadar bahwa kenapa burung enggan melintas di atas gunung tersebut karena burung-burung menghindar uap air kawah putih yang memilki kadar belereng yang cukup tinggi.


Gunung Patuha  sendiri digolongkan menjadi tipe B. Muncul ke permukaan bumi pada saat Dataran Tinggi Bandung masih menjadi samudera. Saat itu roman kulit bumi masih mengalami perubahan-perubahan yang signifikan, pelipatan dan pembentukan gunung-gunung api. Nah, salah satu gunung api yang terbentuk di msa itu adalah Gunung Patuha. Patuha muncul dari sebuah permukaan dasar samudera sehingga melahirkan dataran baru yang membentang dari daerah Ciwidey hingga Pangalengan.


Ada pula yang mengibaratkan Gunung Patuha sebagai manusia, sehingga selain disebut Gunung Pak Tua, disebut pula Gunung Sepuh, sepuh dalam bahasa sunda halus berarti tua. Gunung Patuha menurut catatan sejarah pernah dua kali meletus hebat. Letusan pertama terjadi pada sekitar abad ke-10 dan menyebabkan terbentuknya kawah di bagian barat. Kawah tersebut lalu mengering dan masyarakat sekitar lalu menamainya Kawah Saat, saat dalam bahasa sunda berarti kering. Letusan kedua, berselang berabad kemudian, sekitar abad ke-13, letusan kali ini menghasilkan sebuah kawah indah yang sekarang kita kenal sebagai Kawah Putih. Dinamai Kawah Putih, karena kawah tersebut dominan berwarna putih dan sesekali air kawah bisa berubah warna menjadi hijau atau kebiru-biruan. 


Di salah satu puncak Gunung Pak Tua yang diberi nama Puncak Kapuk, terdapat makam leluhur yang dikeramatkan yang dalam waktu-waktu tertentu sering diziarahi. Makam-makam tersebut antara lain Eyang Jaga satru, Eyang Rangsa Sadana, Eyang Camat Eyang Jambrong, Eyang Barabak dan lain-lain. Konon bila kita melihat sekawanan domba berwarna putih, masyarakat sekitar percaya bahwa kawanan binatang yang dijuluki domba lukutan tersebut adalah jelmaan dari arwah leluhur, percaya? (satubumikita)***

Sumber utama, buku: Jendela Bandung Pengalaman Bersama Kompas; Karya Her Suganda; Penerbit Kompas; Cetakan kedua, Januari 2008.

*Foto: wikipedia.org 

tag:  Gunung Pak Tua di Selatan Bandung, kawah putih, gunung patuha, bandung, legenda patuha, legenda kawah putih, sejarah, junghuhn, puncak kapuk, makam eyang jaga satru

2 komentar :

  1. Ndy _ Gtu to mas tntang kwah putih n Gn.Patuha..

    BalasHapus
  2. kalo untuk jalur pendakian nya bagaimana.? atau memang cuma sampai kawah putih saja.? atau ada jalur khusus untuk pendakian.? mohon infonyaaa.... ^.^

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, menyanggah, bertanya ataupun ingin berkorespondensi.



Terima kasih

Masukan E-mail Anda Untuk Tetap Update Blog Satubumikita

ANDA PENGUNJUNG KE-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...