Minggu, 05 Januari 2014

Sepintas Mengenal Cantigi

Saat mendaki sebuah gunung, apakah kita pernah memperhatikan tumbuhan dengan daun cantik berwana hijau kemerahan atau keunguan dengan teksur yang keras? Bisa jadi tumbuhan tersebut adalah Cantigi, yang mempunyai nama latin (Vaccinium varingiaefolium). Tumbuhan dengan ranting dan akar yang kuat mencengkeram tanah atau batuan. Di beberapa daerah Cantigi memiliki beberapa nama lokal atau sebutan seperti, Manis Rejo di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kalimuntiang  di wilayah Sumatra Barat atau Deliam Montak di sekitaran kalimantan. Cantigi sendiri cukup dominan tumbuh di hutan sub-alpin, tetapi ada juga yang hidup di sekitaran pantai.



Daun Cantigi di Gunung Ciremai, Doc: satubumikita



Tumbuhan berperawakan semak sampai dengan ketinggian pohon yang bisa mencapai tinggi 2,5 m serta dapat pula mencapai 10 m.  Daun Cantigi agak tebal, bentuk jorong sampai lanset, tangkai daun berwarna merah, daun muda berwarna ungu kemerahan, daun tua berwarna hijau. Bunga kecil, berwarna ungu gelap, berbentuk lonceng dan berbau seperti almond. Serta memiliki buah yang berbentuk bulat.

Buah Cantigi sendiri yang sudah masak/matang dapat dimakan langsung. Buah dan daun muda berkhasiat sebagai obat demam dan penyegar badan. Menukil laman wikipedia, Backer & Bakhuizen van den Brink (1965) mengungkapkan bahwa tumbuhan ini dapat di temui di seluruh pulau Jawa pada ketinggian antara 1500-3300 meter dpl.
Cantigi dominan tumbuh di hutan Sub Alpin. Juga ada yang hidup di pantai tetapi lebih terkenal Cantigi gunung. - See more at: http://umumagazine.com/main/tulisan/b8639fb5f06310b4346e762cac9c479d5b899384/pohon-cantigi.html#sthash.ycFMpYso.dpuf
Cantigi dominan tumbuh di hutan Sub Alpin. Juga ada yang hidup di pantai tetapi lebih terkenal Cantigi gunung. - See more at: http://umumagazine.com/main/tulisan/b8639fb5f06310b4346e762cac9c479d5b899384/pohon-cantigi.html#sthash.ycFMpYso.dpuf


*Cantigi, Doc : umumagazine.com


Selain sebagai tumbuhan, Cantigi kadang atau seringkali berfungsi sebagai penghalang terpaan angin, tempat singgahnya burung atau mungkin tempat para pendaki beteduh atau berpegangan ke dahannya yang kokoh. Tumbuhan ini pun sangat kuat dan tahan tehadap belerang dan tanah di kawah beracun. So, tumbuhan apapun yang diciptakan Tuhan, pasti memiliki fungsi, sekecil apapun itu. Dan kita sebagai manusia, patut menjaga kelestariannya dan tidak merusaknya. (satubumikita)***

Disarikan dai berbagai sumber
*Foto kedua bersumber dari : http://umumagazine.com/main/tulisan/b8639fb5f06310b4346e762cac9c479d5b899384/pohon-cantigi.html


2 komentar :

  1. Tadi sedang mencari apakah daun cantigi bisa di masak dan di makan juga? Kebutuhan tsb mungkin ketika survival dan darurat saat logistik habis misalnya. Krn pohon cantigi banyak kita jumpai maka kepikiran pada diri saya pertanyaan tadi : apakah daun cantigi bisa juga di makan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mimin pernah dengar kalo daun cantigi bisa di rebus untuk khasiat tertentu untuk wanita,kalo ga salah untuk sari rapet. kalo untuk dikonsumsi, mimin belum tau.

      Hapus

Silahkan berkomentar, menyanggah, bertanya ataupun ingin berkorespondensi.



Terima kasih

Masukan E-mail Anda Untuk Tetap Update Blog Satubumikita

ANDA PENGUNJUNG KE-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...