Minggu, 21 April 2013

Mengenal Kantong Semar

Kantong semar di Gunung Rakutak, doc satubumikita
Seperti yang sudah di tulis sebelumnya di jurnal satubumikita #16 saat perjalanan turun di Gunung Rakutak, satubumikita menemukan tanaman yang saat ini sangat jarang sekali ditemui di gunung, terutama di kawasan Bandung. Ya, tanaman tersebut adalah kantong semar atau tanaman ber-Genus Nepenthes (bahasa Inggrisnya: Tropical pitcher plant). Kantong semar yang satubumikita temui berada menempel pada ranting-ranting atau semak di pinggir jurang. Tumbuhan yang bergerombol tersebut saat kami temui mempunyai ukuran yang sedang.

Kantong semar sendiri, menukil dari laman wikipedia terdiri dari 130 spesies dan belum termasuk hibrida alami maupun buatan. Genus ini merupakan tumbuhan karnivora atau pemangsa serangga yang terdapat di kawasan tropis yang meliputi beberapa negara seperti Malaysia, Filipina, Madagaskar bagian barat, Seychelles, Kaledonia Baru, India, Sri Lanka, dan Australia termasuk Indonesia , Habitat dengan spesies terbanyak ialah di pulau Kalimantan dan Sumatra.



Kantong semar sendiri dapat mencapai tinggi 15-20 m (batangnya) dengan cara merambat tanaman lainnya, walaupun ada beberapa spesies yang tidak merambat. Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam.

Pada umumnya, Nepenthes memiliki tiga macam bentuk kantong, yaitu kantong atas, kantong bawah, dan kantong roset. Kantong atas adalah kantong dari tanaman dewasa, biasanya berbentuk corong atau silinder, tidak memiliki sayap, tidak mempunyai warna yang menarik, bagian sulur menghadap ke belakang dan dapat melilit ranting tanaman lain, kantong atas lebih sering menangkap hewan yang terbang seperti nyamuk atau lalat, kantong jenis ini jarang bahkan tidak ditemui pada beberapa spesies, contohnya N. ampullaria. Kantong bawah adalah kantong yang dihasilkan pada bagian tanaman muda yang biasanya tergelatak di atas tanah, memiliki dua sayap yang berfungsi sebagai alat bantu bagi serangga tanah seperti semut untuk memanjat mulut kantong dan akhirnya tercebur dalam cairan berenzim di dalamnya, adapun kantong roset, memiliki bentuk yang sama seperti kantong bawah, namun kantong roset tumbuh pada bagian daun berbentuk roset, contoh spesies yang memiliki kantong jenis ini adalah N. ampullaria dan N. gracilis. Beberapa tanaman terkadang mengeluarkan kantong tengah yang berbentuk seperti campuran kantong bawah dan kantong atas.


Tanaman ini memiliki penyebaran yang sangat luas dari pinggir pantai sampai dataran tinggi, karena inilah nepenthes dibagi dalam dua jenis yaitu jenis dataran tinggi dan jenis dataran rendah, walau kebanyakan spesies tumbuh di dataran tinggi. Spesies yang tercatat tumbuh di ketinggian paling tinggi adalah N. lamii yaitu di ketinggian 3,520 m.


Kebanyakan spesies tumbuh di tempat dengan kelembaban tinggi dan cahaya dengan tingkat menengah hingga tinggi. Beberapa spesies seperti N. ampullaria tumbuh di tempat yang teduh dengan tidak terlalu banyak cahaya, sedangkan N. mirabilis tumbuh ditempat yang terbuka dengan cahaya yang berlimpah. Tanah tempat tumbuh nepenthes biasanya miskin hara dan asam. Beberapa spesies tumbuh di tempat yang sangat beracun bagi tanaman lain seperti N. rajah yang tumbuh pada tanah dengan kandungan logam berat dan N. albomarginata yang tumbuh pada pantai berpasir di zona yang terkena siraman air laut, beberapa spesies tumbuh epifit seperti N. inermis yang tumbuh tanpa bersentuhan dengan tanah. (satubumikita)***



Tags: kantong semar, tumbuhan langka, tumbuhan gunung, tumbuhan di rakutak, gunung rakutak, komunitas satubumikita, nepenthes, kantong semar bandung

5 komentar :

  1. Waah, kantong semar kalo dijual lumayan mahal.. kayanya jarang dan langka ditemui di alam mungkin bnyak diambil org buat dijual.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuppz.. Kayanya seperti itu dan bisa jadi juga habitat tempat tumbuhnya kantong semar sudah cukup rusak..

      Hapus
  2. harus berasksi ni tuk melestarikan kantong semar

    BalasHapus
  3. Kantong semar kalau di Jateng ada di Gunung Prahu Dieng , dan pernah juga nemu di Gunung Sumbing

    BalasHapus
    Balasan
    1. ouh iya, sekarang keberadaannya agak sedikit susah ditemui di habitatnya.

      Hapus

Silahkan berkomentar, menyanggah, bertanya ataupun ingin berkorespondensi.



Terima kasih

Masukan E-mail Anda Untuk Tetap Update Blog Satubumikita

ANDA PENGUNJUNG KE-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...