Tampilkan postingan dengan label pantai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pantai. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Januari 2017
Minggu, 19 Juli 2015
Touring Ke Pantai Sawarna dari Bandung, 20 - 22 Juli 2015
Assalamualaikum wrwb...selamat pagi teman
Taqqoballallohu mina waminkum...minal aidin walfaidzin...
Selamat hari raya iedul fitri 1436H
Dalam rangka mengisi liburan lebaran. komunitas satubumikita yang kali ini di komandoi oleh mamang Ruud Vici mengajak teman2 yang mempunyai waktu luang atau belum punya agenda liburan untuk mengikuti "TOURING KE PANTAI SAWARNA"
Acara diadakan :20-22 juli 2015
Meeting point : Depan Monumen Perjuangan, Jalan Dipatiukur, Bandung
Waktu ; 07.00 WIB
Transportasi : motor
Akomodasi selama touring : self manage
Perlengkapan : standar touring
Catatan :
1. Ada biaya sharing cost untuk sewa penginapan di lokasi
2. Partisipan maksimal 20 orang/ 10 motor.jika partisiapan kurang dari 8 orang maka otamatis acara di cancel
3. Konfirmasi keikut sertaan paling lambat hari minggu tgl 19 juli 2015 jam 8 malam.
Untuk informasi dan konfirmasi : Rudi 083822382212
Label:
EVENT
,
pantai
,
Pantai Sawarna
,
touring
Sabtu, 06 Juli 2013
Jurnal satubumikita #18 : Pantai Selatan, Sudut Lain Garut
Garut yang pernah berjuluk Swiss Van Java di masa kolonial dulu memang seakan menegaskan bahwa ada sebuah "tanah" seperti di dataran Eropa Tengah yang berada di pulau jawa. Gunung-gemunung dan perbukitan menjulang, berudara sejuk, memiliki beberapa danau indah yang menjadikan orang saat itu mungkin mengibaratkan Garut sebagai swiss yang berada di pegunungan alpen. Maka tak dapat dipungkiri pamor Garut cukup melejit di masa kolonial jauh sebelum era kemerdekaan. Sebut saja aktor kenamaan Hollywood era film bisu hitam putih yakni Charlie Chaplin yang pernah dua kali melancong ke Garut tercatat sekitar tahun 1927 dan 1935 yang masuk melalui jalur kereta api tepatnya di Stasiun Cibatu. Lalu beberapa tokoh dunia seperti Perdana Menteri Perancis Georges Clemenceau yang berkunjung sekitar tahun 1920-an, lalu ada pula Raja dari kerajaan Siam (dulu Thailand) Rama V (Chulalongkorn) yang berkunjung ke garut sekitar tahun 1896, yang berkunjung ke beberapa tempat diantaranya Cipanas, Situ Bagendit dan Gunung Papandayan.
Ya, Garut memang tak sesohor seperti dulu, tapi kecantikan panorama alamnya masih bisa dibanggakan. Garut yang dalam lagu Darso (almarhum) diibaratkan sebagai intan, memang perlu "digosok" kembali agar terus berkilau.
Garut Kota intan, Pangirutan.
Label:
garut selatan
,
JURNAL SATUBUMIKITA
,
pantai
,
susur pantai garut
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

