Tampilkan postingan dengan label catatan perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan perjalanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Mei 2017

Catatan Perjalanan : Situs Gunung Padang, Cianjur

Oleh : Ira Dwi Cahyaningsih

Indonesia? Siapa yang tak kenal dengan Indonesia? Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki kurang lebih tiga belas ribu pulau, populasi lebih dari dua ratus lima puluh juta jiwa, beragam seni  dan budaya. Negara yang penuh akan cerita, baik itu mistis, juang, romantic, legend dll, serta merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan keindahan yang luar biasa yang dikelilingi oleh gunung dan lautan. 



Sekilas Tentang Situs Gunung Padang
Situs Gunung Padang merupakan situs purbakala, situs megalitikum yang dibangun oleh orang orang purba yang terletak di daerah Jawa Barat, tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunung Padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan WarungKondang, dijalan antara Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks bangunan kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 mdpl, dan areal situs ini sekitar 3ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

Sabtu, 29 April 2017

Review Kegiatan : Touring & Camping Pantai Santolo



Sedikit review kegiatan sabuki pekan kemarin (23-24 April), yaitu sabuki touring dan camping ke Pantai Santolo, Garut. Kegiatan diadakan pada hari minggu dan senin saat libur panjang / long weekend. Di hari H kegiatan, kawan-kawan sabuki sudah berkumpul di Museum Sribaduga, daerah Tegalega Bandung. Jumlah orang yang ikut adalah 18 orang dengan 9 motor. Kami menuju pantai Santolo melalui jalur Pangalengan. 

Senin, 06 Maret 2017

Trip Balik Kanan : Bagian 2


Oleh : Dya Iganov

Curug Caweni
Curug Caweni
Kegagalan pertama ke Curug Caweni pada Januari 2013 karena keterbatasan waktu dan kesulitan kami mencari jalur. Kami kesulitan mencari jalur karena memang belum ada satupun dari kami yang pernah melewati jalur Nyalindung – Cidolog. Kegagalan kedua pada April 2014 karena kami tidak sengaja menabrak ayam milik warga di Cidolog. Meskipun ayamnya tidak mati, tapi kami cukup trauma untuk kembali ke daerah Cidolog. Barulah pada kesempatan ketiga, November 2014, saya dan beberapa teman berhasil mengunjungi Curug Caweni, hanya saja pada waktu itu airnya masih kering total.

Karena masih penasaran, pertengahan Desember 2014, saya dan satu orang teman kembali lagi ke Curug Caweni. Kali ini bisa dibilang sedikit berhasil. Air di Curug Caweni sudah mulai bertambah, meskipun masih belum mencapai volume maksimalnya. Setidaknya rasa penasaran saya dengan Curug Caweni terbayar.

Kamis, 02 Maret 2017

Trip Balik Kanan : Bagian 1

Oleh : Dya Iganov

Perjalanan ke suatu tempat, apalagi tempat yang masih sangat minim informasi, menjadi suatu tantangan sendiri untuk saya. Banyak kendala yang harus bisa diatasi, dimulai dari kurangnya informasi mengenai objek tersebut, mulai dari rute yang harus ditempuh, kondisi jalan, medan yang harus dilalui, trek menuju lokasi apakah ada atau tidak. Susahnya mencari teman seperjalanan akibat kurangnya informasi yang dibutuhkan.

Jika sudah mendapat teman seperjalanan pun, maka belum tentu teman tersebut nyaman dengan jenis perjalanan tanpa kejelasan apapun ini. Belum lagi ketika berhasil sampai ke tempat tujuan, ternyata kurang menarik (tergantung penilaian masing-masing sih). Nah, lain lagi ceritanya kalau ternyata saking minimnya informasi, terutama mengenai rute dan medan yang harus dilalui, seringkali perjalanan hanya akan sebatas trial and error  alias coba-coba dan akhirnya gagal.

Bukan sekali dua kali saya mengalami kegagalan untuk sampai di tempat tujuan. Beberapa lokasi akhirnya berhasil saya datangi kembali dalam jangka waktu yang bervariasi, sebagian lagi bahkan sampai saat ini (Januari 2017) belum sempat saya coba cari lagi. Berikut beberapa tempat yang pernah saya coba datangi kemudian gagal dengan ceritanya.

Curug Cimarinjung

Curug Cimarinjug dan Curug Cikanteh
Jauh sebelum nama Geopark Ciletuh tenar seperti sekarang, saya dan beberapa teman sangat kesulitan mencari informasi dua air terjun ini, terutama Curug Cikanteh. Sekitar awal 2012, saya dan liam orang teman saya memutuskan untuk mendatangi sendiri Curug Cimarinjung dan Curug Cikanteh. Sebelumnya, dua air terjun ini tidak sengaja saya temukan di internet sekitar akhir 2011. Khusus untuk foto Curug Cikanteh, hanya berhasil saya temukan dua foto saja milik satu akun saja tanpa ada keterangan apapun. Berbekal hasil bertanya pada teman yang di Sukabumi yang memang kenal betul daerahnya dan modal nekat, berangkatlah kami berenam menuju Kecamatan Ciemas.

Minggu, 05 Februari 2017

Ujung Barat Indonesia Part 1 : Terbang dan Berlayar


Januari 2017 
Oleh  : Moch Khaerul Anwar (Derull)

Pagi hari benar menjelang shubuh saya sudah harus siap-siap pergi ke bandara. Hari itu selasa, tanggal 10 Januari 2017 sekitar jam tiga pagi pergi dari Bekasi. Karena takut terlambat, sore sebelumnya saya berangkat dari Bandung dan numpang menginap di rumah kakak saya di Bekasi. Lama perjalanan kira-kira 1 jam, dan tibalah di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng Tangerang/Jakarta Indonesia. Segera saya masuk ke dalam bandara untuk cepat-cepat check-in. Tiket pesawat sudah dibeli online, tertanda penerbangan pukul 05.00 WIB. Waktu menunjukkan angka empat lebih, di tempat check-in ternyata sudah pada ngantri termasuk teller check-in pesawat yang akan saya tumpangi. Spechless. Kaget. Pas giliran saya sang teller memberitahukan check-in saya “negatif”. Sudah tutup katanya. Padahal saya lihat jam masih setengah jam lagi. Artinya 30 menit menuju keberangkatan. Sudah boarding, sudah sistemlah, ini itulah, begitulah penjelasan si teller sebut saja maskapai Li*n A*r. Astaghfirullah..makin campur deh nih perasaan.

Senin, 30 Januari 2017

Review kegiatan : High Camp at Galunggung Crater

#REVIEW
Komunitas satubumikita
HIGH CAMP AT GALUNGGUNG CRATER
28-29 Januari 2017
oleh : Tini Yuniar
-------------------




Hari H Anggota berkumpul di meeting point yang telah ditentukan yaitu di surapati core, cicaheum. Kendaraan yang digunakan adalah motor. Dijadwalkan jam 8.00 wib, baru pada kumpul jam 9.30 wib (waktu indonesia bagian barudak). Akhirnya 9.30 wib meluncur dan menjemput tim lain yg sudah menunggu di beberapa check point. Check point pertama yaitu di UIN cibiru, check point ke-2 di rancaekek, check point ke 3 di nagreg. Jumlah motor yang berangkat ada 8 motor dengan total 16 orang. Dan sisanya menunggu di galunggung dan ada yg nyusul juga. Karena kendala hujan dan macet akhirnya kita sampai di tempat parkir galunggung sekitar pukul 3 sore, dan naik menggunakan tangga 520. Pukul setengah 4 sore sampai di warung bibir kawah dan sambil menunggu teman2 lain dari jakarta. Cuaca waktu itu kabut dan sempat kehujanan di jalan, tapi kita cukup beruntung setelah kabut tersapu, akhrnya bisa liat lautan awan. Subhanallah.


Selasa, 19 Januari 2016

Trip Tambal ban Curug Cirajeg, Purabaya Sukabumi

Teks dan foto Oleh : Dya Iganov





Nama Curug Cirajeg pertama kali didapat November 2014 dari teman-teman Komunitas Backpacker Sukabumi. Setelah berhasil mencari dan mengunjungi Curug Ciruti, barulah dapet Curug Cirajeg sama sedikit infonya, padahal kan kalau tahu sebelumnya bisa aja mampir sekalian. Pertama kali liat penampakan Curug Cirajeg, saya langsung tahan nafas saking bagusnya. Ga pake lama, saya pun langsung cari info sebanyak-banyaknya. Info baru cukup setelah ampir satu bulan, tapi nyari temen sama timing yang tepatnya lebih dari satu bulan. Singkatnya, awal Maret (3 Maret) terkumpullah 6 orang (termasuk saya) untuk berangkat nyari Curug Cirajeg. Seperti biasa janjian ini-itu hanya semalam jadi. Awalnya sih cuman berempat, tapi subuhnya, ada tambahan dua orang lagi,  yang ternyata salah satunya temen saya yang udah lama banget ga ketemu. Rencana janjian sedikit ngaret,  yang harusnya jam 07.00 udah bisa kumpul semua di depan Alun-alun Kota Cimahi, akhirnya baru kumpul jam 08.00 dan berangkat jam 09.00.

SELASA, 3 MARET 2015
Berhubung bukan weekend,  jadi lalu lintas ga terlalu padat. Mulai dari Cimareme sampe lepas Cipatat lancar jaya. Kami sempat berhenti di Cipatat untuk cari spirtus, tapi ga dapet. Sebelumnya,  kami sempat kepencar selepas Padalarang. Dua teman kami ternyata nunggu di Situ Ciburuy,  tapi kami malah bablas. Akhirnya kami pun mutusin buat nunggu di selepas Jembatan Citarum sekalian motor saya juga harus tambah angin ban belakangnya. Setelah nunggu lumayan lama, akhirnya rombongan kembali lengkap. Jalan selepas jembatan ini udah tinggal lurus dan ga serame sebelumnya. Ada razia di selepas jembatan rel kereta api Rajamandala, untungnya kami ga kena,  jadi bisa sedikit menghemat waktu. Begitu sampai di perempatan menuju jalan by pass Cianjur-Sukabumi, ternyata motor yang lain tidak ada. Kami berdua pun berhenti. Lumayan lama juga berhenti di sini, takutnya teman kami kena razia,  soalnya SIM salah satu teman kami ga ada. Ternyata ban salah satu motor ada yang bocor dan harus ditambal dan posisi mereka ternyata masih belum jauh dari tempat kami berhenti. Setelah ngabarin kalau ada razia di depan biar ga kena berhenti, kami berdua pun lanjut nunggu lagi. Obrolan singkat tentang rencana dan pengalaman traveling masing-masing sampe motor kami yang beberapa kali nyaris diserempet bis (padahal lagi parkir),  sampe akhirnya mati gaya sendiri jadi kegiatan kami selama nunggu dua motor teman kami. Sebenernya saya janjian sama satu orang temen lainnya di SPBU Gekbrong, Cianjur. Teman saya yang satu ini baru pertama kali ketemuan dan jalan bareng. Selama ini hanya kenal di sosmed. Baru juga pertama jalan bareng ngaretnya udah ampir dua jam lebih.

Jumat, 01 Januari 2016

#CeritaSabuki : Cerita Kawan-kawan Tentang sabuki di tahun 2015 Bagian 2

Di awal tahun 2016 ini admin mau share #CeritaSabuki dari kawan-kawan yang udah mau sharing cerita mengenai sabuki atau kegiatannya selama tahun 2015 (sharing tepatnya di grup line). Mari Kita simak.

Putri Pinsi
#ceritasabuki . Waktu bersama kalian itu selalu berkesan kawan, suka,cita, duka kita lakukan bersma, cucurhatan bareng, hereuy2an bareng, ledek2an bareng, tertawa bareng2,, waktu bersama kalian kawan dimanapun, kapanpun,selalu berkesan,,dari pertama kenal kalian semua sampai sekarang penuh dengan kesan2,,dari awal gabung sabuki yg telat dateng eh diculik ke karokean, ku a gustav, tynong, &rani,, smpe dibwa ku a ruud k bougenvill dan baru ktemu kalian udh langsg akrab,,pndakian bareng burangrang, cermei, acara museum barli, acara anniversary sabuki. dll,ahh semuanya sungguh membuatku berkesan,, smpe kapanpun takkan pernah terlupakan,,semoga kedepannya bnyak hal yg lbih,lbih dan lbih berkesan bersama kaliaannn yaa kawannnn,,,,thanks baraya sabuki.

#CeritaSabuki : Cerita Kawan-kawan Tentang sabuki di tahun 2015 Bagian 1

Di awal tahun 2016 ini admin mau share #CeritaSabuki dari kawan-kawan yang udah mau sharing cerita mengenai sabuki atau kegiatannya selama tahun 2015 (sharing tepatnya di grup line). Mari Kita simak.




Tiny Yuniar
Sepanjang 2015 banyak sekali moment yang tidak bisa dilupakan, dari mulai perjalanan ke citatah 18 januari 2015 yang merupakan opentrip dengan peserta terbanyak sekitar 130 orang padahal waktu dari persiapan sampe hari H cuma sekitar 2mingguan, dan tentu yg paling berkesan sewaktu pendakian ke semeru di bulan mei. Pendakian yang sudah direncanakan dari beberapa bulan sebelumnya. Pendakian yang paling seru, pendakian paling lama, 1 minggu full bareng kalian dan ya pendakian paling susah untuk move on nya. begitu mungkin mang opik. Semoga 2016 masih bisa ngetrip jauh lagi bareng sabuki 󾌳 dan jauhi baper, dekati sangu biar ga baper insya Allah 2016 berkah.

Selasa, 29 Desember 2015

Catper Halo-halo Patuha : Berkemah Di Kaldera, 25 -27 Desember 2015

Oleh : Arnadhiraich (Teh arni)

Setelah lama ngga punya hasrat buat nulis, akhirnya ada lagi yang bikin pen nulis. Emang, kadang harus dipancing biar keluar niatnya.

Apa yang bikin pen nulis? Tuh, ada di judul. Apaan ituteh? Ituteh nama acara. Acaranya sabuki. Apa sabuki te? Acara apa itute? Naaahhh itu, kalo pengen tau hayu dibaca sampe bawah. Tapi aseli bakalan panjang pisan da inimah bukan cuma cerita perjalanan tapi curhat hahaha.



Jumat, 11 Desember 2015

Catatan Pendakian Gunung Sindoro

Oleh : Bayu Surya Ginanjar


* Sekilas tentang Gunung Sindoro.
Gunung Sindoro terletak di Propinsi Jawa Tengah, Indonesia. Temanggung adalah kabupaten terdekat dari Gunung Sindoro.Gunung Sindoro sering disebut juga Gunung Sindara atau Sundoro.
Gunung Sindoro adalah gunung aktif dengan ketinggian 3150MDPL.
Kubah lava baru terbentuk akibat erupsi tahun 2011.
Gunung Sindoro memiliki beberapa jalur pendakian. Jalir pendakian Gunung Sindoro via Kledung, Tambi, dan Sigedang. Namun, jalur pendakian yang sering dilewati adalah jalur pendakian Gunung Sindoro via Kledung.

*Reverensi Instagram

Jumat, 04 Desember 2015

Kepalang Tanggung Ke Penanggungan

Teks & Foto Oleh : Dya Iganov


Rencana revisit Semeru untuk ke-3 kalinya dengan tim yang asik banget tinggal harapan. Siapa sangka chat di malam hari 6 Juni sama salah satu temen yang kebeneran mau mudik ke Blitar malah menghasilkan plan dadakan. Setelah pesen ulang tiket kereta api Bandung-Blitar dadakan dan sedikit rempong, tanggal 7 Juni 2013 jadi juga berangkat ke Jawa Timur meskipun bukan Semeru. Sepakat kami nanjak Buthak via Sirahkencong pp.

SABTU, 8 JUNI 2013
Setelah semaleman perjalanan Bandung – Blitar sendirian, sekitar jam 05.00 udah celingukan di Stasiun Kereta Api Blitar. Ternyata kereta temen saya yang orang Blitar belum nyampe (dia kereta dari Jakarta). Akhirnya saya dijemput sama adiknya temen saya. Kalau ga salah sekitar jam 09.00 setelah sarapan dan packing dan mandi kami berangkat ke Perkebunan Teh Sirahkencong. Berhubung cuman pergi berdua, jadi dari rumah temen saya kami pake motor. Wuih, pertama kalinya banget naik gunung di Jawa Timur perginya pake motor.

Jumat, 27 November 2015

Curug Bentang, Surga Yang Sempat Terabaikan

Teks & foto Oleh : Tini Yuniar

Tanah sunda wibawa
Gemah ripah tur endah
Nu ngumbara, suka betah"- 
(dibaca jangan dinyanyiin hahha)
(Kawih Sunda oleh Koko Koswara)

-----------------------------
Bila diartikan ke dalam bahasa anak gaul nih, kawih sunda diatas kira-kira begini: "Tanah Sunda itu indah gaess, Lo yang dateng kesini pasti bakalan betah!" udah tempat wisatanya banyak dan keren-keren, penduduknya sangat ramah, ceweknya cakep cakep, cowoknya cucok cucok, ah.. pokoknya calon menantu idaman banget deh :p jadi jangan lupa main-main kesini yak, manatau mamahmu setuju. gitu.

Tanah Sunda, Banyak banget yang mensalah-artikannya sebagai Kota Bandung ya? Just Because We Use Sunda Language, doesn't mean sunda is Bandung! Just for your information.
 
Tanah Sunda mengacu pada kota dan kabupaten yang berada di wilayah barat pulau jawa, dalam hal ini Provinsi Jawa Barat juga Banten. Yup Benar, Jadi wilayah tatar pasundan itu nggak cuman Bandung ya gaes tapi juga seperti Sumedang, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Juga Subang!

Senin, 16 November 2015

Catatan Perjalanan Jalan-jalan Curug Malela, 15 November 2015




Oleh : Dini Rusmiati

Selamat pagi.

Happy Monday
Biar makin happy nih ada dokumentasi tulisan dari kegiatan Satubumikita Piknic to Malela Waterfall 15 Nov 2015 kemarin..





FYI kegiatan kali ini diikuti sekitar 50 baraya mulai dari yang baru memulai aktivitas outdoor sampai memang sebelumnya sudah mempunyai background penggiatalam. Alhamdulillah semua sangat antusias bahkan selama perjalanan baraya saling share pengalaman tentang kegiatan outdoor nya masing-masing. Ada yang mulai menemukan teman baru untuk next trip, ada yang serius nyimak, ada yang asik #kodekeras uups, ada yang saking menikmati perjalanannya sampai pulas tidur dan banyak lagi keseruan lainnya..

Sekilas tentang Curug Malela.

Curug Malela (Malela's Waterfall) terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga – Gununghalu Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Hulu sungai berasal dari lereng utara Gunung Kendeng, gunung berapi yang terletak di sebelah barat Ciwidey, mengalir melalui Sungai Cidadap – Gununghalu. Curug Malela ini memiliki ketinggian sekitar 60-70 meter dan mempunyai lima buah jalur air terjun. Sungguh membuat kami tak henti-hentinya takjub betapa pada Maha Karya Sang Pencipta. Jika baraya memperhatikan di sebelah kanan terlihat sebuah tebing yang cukup tinggi  yang mengarah ke bawah. Diamati sepertinya dulu nampaknya dinding ini juga sebuah air terjun, terbayang betapa indah dan megahnya Curug Malela ini.

Sabtu, 14 November 2015

Para Pejalan Indonesia Dari Masa ke Masa

Oleh ; Yogi (Kidung Saujana)
Ilustrasi, foto kidung saujana


Nama Rudolf lawalata, Abdullah Balbed dan Sujono Djono mungkin asing bagi para petualang muda saat ini. Ketiga pemuda ini pada tanggal 8 Januari 1955 menemui presiden soekarno untuk meminta restu melakukan perjalanan keliling dunia dengan berjalan kaki. Kemudian oleh presiden dibekali dengan kamera, tas ransel serta baju batik.dan hanya dengan uang sebanyak Rp.50,000,-.


Mereka mengawali perjalanan mereka dari Batam menuju Singapura kemudian dilanjutkan ke Thailand, Myanmar, India, Pakistan, Afganistan, Irak, Iran, Arab Saudi, Sudan, Mesir, Yunani, Yugoslavia, Austria, Italia, Swiss, Jerman, Belgia, Belanda, Swedia, Norwegia sebelum akhirnya tiba di Amerika Serikat pada Agustus 1956. bahkan namanya telah dijadikan kata kerja dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia di mana di sana Anda akan menemukan istilah berlawalata yang artinya berjalan kaki menempuh jarak jauh. Mungkin lawalata dan kedua temannya bisa disebut pejalan kaki pertama indonesia pada zaman modern pada saat itu.



Senin, 19 Oktober 2015

Catatan Perjalanan Camping Festival “Seuri Bray”

Oleh : Selvia Andri Yani (Epoy)

Sedari ku mulai terjerumus dengan breng***nya Skripsi, tak banyak waktu untuk aku bersenang – senang dengan kesukaanku terhadap dingin dan sepi. Tapi aku rasa Tuhan jauh lebih mengerti, bagaimana ia memberikan kesempatan kepadaku dengan cara yang keren.
Aku adalah salah satu perempuan penikmat musik, penggemar jalan - jalan, dan menggilai keduanya. Ku rasa Camping Festival adalah hal yang pas untuk dinikmati. Sudah lama tidak ngopi, makan dinesting sembari seuri bareng baraya (dibaca : sambil ketawa bersama saudara).

Informasi event ini aku dapatkan dari seorang pria sanguin di Bandung. Sebut saja dia mas dadang, salah 1 pemain cajon fenomenal Band Parahyena. Dia menyelundup seperti manusia persuasi, dan aku tergoda untuk menjadi peserta tanggal 3- 4 Oktober 2015. Juga, aku memang menyukai Band Parahyena setelah melihat perform-nya di salah 1 café Bandung saat itu. Akhirnya aku memutuskan dengan sadar untuk hadir dalam acara Seuri Bray.
Singkat Cerita.. Aku mendaftarkan diri bersama ke-empat kawanku dari Jakarta. Dia bernama Kikuk, Uya, Bentol, dan Jupe. Lalu kami menunggu hari itu tiba.

Selasa, 13 Oktober 2015

Cerita Camping satubumikita (Part 1)

Oleh : Ria Indhryani



Mereview sebuah event saat sudah tidak lagi menjadi wartawan itu lumayan jadi PR banget. Bukan apa-apa, sudut pandanganya jadi beda karena saya akan menulis sebagai peserta atau bukan pewarta. Padahal, pewarta biasanya jadi peserta juga kan yah? Tapi tetap ajah, pewarta hampir kadang-kadang mendapat akomodir yang spesial dari penyelenggara acara sehingga kebanyakan, komentar yang ditulis sudut pandang pewarta ‘cenderung positif’ atas dasar ketidakenakan dan hal lainnya lah… Hehehee. Wartawan, pasti ngerti banget maksud saya. Apalagi untuk pewarta yang memang ditugaskan oleh kantornya sebagai media partner. Kalau ada pewarta ngulas event dan hasilnya ‘negatif semua’, ini langka dan bisa jadi karena memang terlalu jujur atau sebaliknya tidak merasa puas dengan akomodir yang diberikan. Nah kalau jadi masyarakat biasa [bukan PERS], biasanya bakalan lebih jujur kalau ngulas sesuatu. Positif atau negatif, dihajar sekaligus. Bahasanya juga jadi lebih santai. Nah… Kalau saya sekarang sih, lebih pengen curhat dan share pengalaman saya kemarin camping gimana.

Jumat, 18 September 2015

Menembus Batas Rinjani

Teks : Derull



Rinjani. Membaca atau mendengar kata ini sudah pasti tidak asing lagi. Lebih masyhur dari yang sedang sohor, lebih populer dari gaduhnya status-status di media sosial. Khususnya di kalangan mereka yang menamakan dirinya; pendaki gunung, pecinta alam, penikmat alam, pelancong, traveler, backpacker, fotografer, dan masih banyak lagi. Salah satu gunung tertinggi di Indonesia ini menjadi favorit, idaman, keinginan, harapan bagi mereka semua untuk bisa menapakinya. Seperti itulah kenyataannya. Katanya kalau dalam pembukaan kalimat penulisan sesuatu, tidak perlu repot berpikir sana-sini. Langsung tulis biarkan mengalir dalam perjalanan imajinasinya. Jadi dicukupkan saja basa-basinya.

Jumat, 21 Agustus 2015

TOPONIMI, KEBIASAAN DAN KETIDAKPAHAMAN TATA CARA PENULISAN

Oleh @DyaIganov

Pelabuhan Ratu/Palabuhan Ratu/Pelabuhanratu/Palabuhanratu
Gunung Kidul/Gunungkidul
Bandar Lampung/Bandarlampung
Muarojambi/Muaro Jambi
Gunung Tangkubanperahu/ Gunung Tangkubanparahu/ Gunung Tangkuban perahu



Sepertinya beragam jenis penulisan diatas sudah sering ditemui untuk menyebutkan nama lokasi/tempat dan terkadang menuliskannya secara tepat berdasarkan toponimi terkesan sepele bahkan cenderung diabaikan. Padahal penulisan nama tempat yang tidak sesuai toponimi bisa saja berakibat fatal. Karena pemberian kaidah tempat berdasarkan toponimi sudah diatur secara resmi pertama kali  oleh BAKOSURTANAL sejak tahun 1988, yaitu sejak Proyek Pemetaan Dasar (Base Mapping Project) dilaksanakan dan pada pembuatan peta-peta lain selalu mengacu pada metoda yang direkomendasi oleh PBB (UNGEGN) dan yang perlu diketahui, tata cara pembakuan Pemberian nama pada unsur geografis ternyata tidak sesederhana perkiraan banyak orang. Tata cara untuk menstandarisasi dan mengatur penamaan suatu unsur geografis dikaji dan diatur dalam suatu cabang ilmu yang dikenal sebagai Toponimi. Ilmu ini berkaitan erat dengan kajian Linguistik, Antropologi, Geografi Sejarah dan Kebudayaan. 

Rabu, 15 Juli 2015

Catatan Kegiatan Buka Bersama "Sabumi" di Museum Barli, 27 Juni 2015



Di bulan Ramadhan tahun ini kembali komunitas satubumikita mengadakan sebuah kegiatan buka bersama. Sabtu, tanggal 27 Juni 2015 kegiatan pelaksanaannya, yang bekerja sama dengan Museum Barli sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, Dan kami juga berkesempatan bersilaturahmi dan bermain bersama Anak Bumi. 

Anak bumi sendiri merupakan sebuah program pendidikan untuk membantu anak-anak usia sekolah dalam mendapatkan pendidikan dalam bidang seni yang digagas oleh Museum Barli. Sedangkan Museum Barli sendiri adalah Museum seni rupa yang diresmikan pada tanggal 26 Oktober 1992, yang khususnya untuk menampilkan, mengenalkan dan memahami karya dari salah satu pelukis terkemuka dari Bandung, Barli Sasmitawinata. 

ANDA PENGUNJUNG KE-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...